Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
DIY Mulai Gelar Program Makan Bergizi Gratis, Apa Menunya?
Ilustrasi pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Tunggul Damarjati)
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di DIY dilaksanakan hari ini, menyasar 35 satuan pendidikan di Kabupaten Sleman.
  • Mobil boks pengangkut makanan tiba di SD Sinduadi Timur, Mlati sekitar pukul 09.30 WIB, para siswa antusias menyambut kedatangannya.
  • Komandan Kodim 0732/Sleman, Letkol Inf Mohammad Zainollah menyebut ada total 35 satuan pendidikan yang melaksanakan MBG dengan jumlah sasaran hampir tiga ribuan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi dilaksanakan hari ini, Senin (13/1/2025) setelah sempat tertunda sepekan.

Pelaksanaan program unggulan Presiden Prabowo Subianto hari ini di antaranya menyasar 35 satuan pendidikan di Kabupaten Sleman, salah satunya adalah salah satunya SD Sinduadi Timur, Mlati. 

1. Disambut siswa, makanan lalui pengujian BPOM

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Sinduadi Timur, Mlati, Sleman, Senin (13/1/2025). (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Berdasarkan pantauan, mobil boks pengangkut makanan tiba di SD Sinduadi Timur, Mlati sekitar pukul 09.30 WIB. Para siswa nampak antusias menyambut kedatangannya.

Hidangan dalam tumpukan nampan stainless steel dengan penutup kemudian dikeluarkan dari mobil boks. Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) lalu melakukan pengecekan pada hidangan MBG.

Berikutnya, makanan dibagikan ke tiap-tiap kelas. Berdasarkan pantauan, menu yang tersaji adalah nasi, ayam goreng, tahu, sayur tumis kacang panjang serta buah pisang dan sebotol susu.

2. Suasana siswa santap makanan bergizi gratis, makan tanpa sendok

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Sinduadi Timur, Mlati, Sleman, Senin (13/1/2025). (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Sebelum menyantap makanan, tiap guru di ruang kelas meminta para siswa berdoa dan mencuci tangan lebih dahulu. Selanjutnya, para siswa menyantap makanan mereka dengan tangan kosong alias tanpa sendok.

Beberapa siswa nampak kurang semangat, akan tetapi tak sedikit yang begitu lahap menyantap makanannya hingga habis. "Lebih enak dari masakan di rumah," kata Hafiz, salah seorang siswa kelas IV.

Guru di ruangan lalu mengingatkan para siswa untuk membawa pulang makanan yang tak habis dengan kotak bekal.

3. Kick off sasar puluhan sekolah, MBG bertahap

Ilustrasi penyaluran Makan Bergizi Gratis (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Komandan Kodim 0732/Sleman, Letkol Inf Mohammad Zainollah menyebut di wilayahnya per hari ini ada total 35 satuan pendidikan, terdiri dari PAUD, TK, SD dan SMP yang melaksanakan MBG. Jumlah sasarannya hampir tiga ribuan.

Kata dia, makanan didistribusikan dari dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di wilayah Depok dan Cangkringan.

"Yang running hari ini ada dua, satu yang di Jalan Kaliurang (Depok), satunya di Cangkringan yang kemitraan dengan yayasan dan catering," kata Zainollah.

Dandim bilang, menu MBG ini cukup layak menimbang harga per porsinya senilai Rp10 ribu. Menurutnya, jajaran di SPPG juga berupaya secara optimal untuk pemenuhan kebutuhan gizi tiap-tiap anak dengan anggaran tersedia.

"Tadi kita nanyakan ke anak-anak katanya enak, cuma memang ada yang belum terbiasa makan sayur," ucap Zainollah.

"Kalau saya lihat tadi kalorinya itu bisa 400 sekian, kalau anak SMP bisa 600 sekian, cukup lah kalau untuk beraktivitas sampai siang," sambungnya.

Dia pun berharap pelaksanaan MBG ini, selain untuk mencukupi kebutuhan gizi juga mampu mengurangi beban pengeluaran orangtua dengan menghemat anggaran uang jajan anak.

"Jadi pelan-pelan, ada evaluasi. Ini nanti jumlahnya (cakupan MBG) akan bertambah sampai dengan kemampuan maksimal masing-masing dapur," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article