Fenomena api misterius di rumah warga Seyegan, Sleman, sebabkan barang-barang di dalam rumah hangus terbakar. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Selama 13 hari sejak munculnya fenomena api misterius, Fia mengaku kini psikisnya mulai tertekan. Merasa was-was setiap waktu dan hanya bisa tidur paling lama tiga jam sehari karena harus bergantian mengawasi kemunculan api.
"Sejak hari pertama kejadian, kini telah terhitung 97 kali kemunculan api. Dengan total titik api sekitar 65," terangnya.
Lengah sedikit saja, api bisa membesar dan situasi yang tidak diinginkan bisa terjadi. Meski kini relawan sudah turut berjaga, ia belum bisa tenang sepenuhnya.
"Tensi naik sudah pasti. Begadang terus, kurang tidur, kurang makan, gizi enggak teratur, vitamin enggak masuk gitu loh. Biasanya ada buah, enggak makan buah begitu. Pasti itu bakal apa, terganggu ya. Enggak nafsu (makan) lagi kan," ujarnya.
Oleh karena ia berharap adanya bantuan unit blower atau kipas angin untuk menghalau gas hidrogen atau metana yang diduga menjadi pemicu.
Ia pun mengapresiasi peran para peneliti, baik dari UGM maupun UPN 'Veteran' Yogyakarta yang membantu mengurai permasalahan ini.
"Jadi kuserahkan semua pada ahlinya. Yang paling penting selagi kami bisa mengupayakan untuk menghentikan api tersebut, ya kami hentikan," pungkasnya.