Comscore Tracker

Perayaan Natal, Bupati Bantul Nostalgia Semasa Sekolah di SMA Bopkri

Modal hidup adalah sahabat tanpa membedakan agama

Bantul, IDN Times - Perayaan Natal Bersama Tahun 2019 Kabupaten Bantul yang digelar di Pendopo, Pemda 2 Manding, Sabtu (11/1), diikuti ribuan ASN, TNI-Polri, anggota DPRD Bantul hingga karyawan BUMN dan BUMD. 

Bupati Bantul, Suharsono yang ikut perayaan Natal sempat memberikan pesan Natalnya bagi umat kristiani di Kabupaten Bantul. Dalam sambutannya, Suharsono mengingat sejumlah peristiwa Natal karena pernah menempuh pendidikan di sekolah yang dikelola Yayasan Kristiani.

Baca Juga: Pilkada Bantul, Suharsono dan Halim Daftar ke NasDem Bantul 

1. Bupati Bantul Suharsono nyanyikan lagu malam kudus‎

Perayaan Natal, Bupati Bantul Nostalgia Semasa Sekolah di SMA BopkriIkustrasi Natal. ANTARA FOTO/Arnas Padda

Mengawali pidatonya, orang nomor 1 di Bumi Projotamansari ini mengaku masih mengingat betul lagu-lagu Natal karena dirinya pernah belajar di SMA Bopkri, Bogoran, Kabupaten Bantul.

"Malam kudus, sunyi senyap. Bintangmu, gemerlap" demikian sepenggal lagu Natal yang masih diingat oleh Bupati Suharsono.

2. Masih ingat doa sebelum makan bagi umat kristiani‎

Perayaan Natal, Bupati Bantul Nostalgia Semasa Sekolah di SMA BopkriIlustrasi doa sebelum makan. pexels.com/cottonbro

Suharsono juga mengaku masih ingat doa umat kristiani saat akan bersantap, apalagi saudara dekatnya juga seorang kristiani.

"Duh Gusti Kulo badhe nedho, nyuwun berkah. Amin". "Saya masih ingat betul doa tersebut,"ujar Suharsono disambut tepuk tangan tamu undangan.

Suharsono mengatakan dirinya meski beragam Islam tetapi tidak membeda-bedakan antara agama satu dengan agama yang lainnya. "Saya tidak fanatik, saya tidak membeda-bedakan dengan agama lainnya. Semua agama sama," ujarnya.

Suharsono mengaku sangat setuju dengan tema Natal tahun ini yakni "Hidup Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang" karena sahabat menjadi modal dalam hidup."Saya itu modalnya banyak sahabat, banyak saudara tidak membeda-bedakan agama," katanya.

3. Modal hidup adalah banyak sahabat dan saudara‎

Perayaan Natal, Bupati Bantul Nostalgia Semasa Sekolah di SMA BopkriPemberian tali asih kepada pengurus gereja di Bantul. IDN Times/Daruwaskita

Suharsono berharap momentum Natal bisa digunakan sebagai sarana untuk pembaharuan terhadap janji-janji masing-masing pribadi yang tujuannya adalah persatuan dan kesatuan. Itu semua, kata Suharsono, menjadi kunci menciptakan Bantul sehat, cerdas dan sejahtera. "Umat kristiani jadilah contoh bagi masyarakat lain dalam menciptakan kedamaian dan harmonisasi," katanya.

Suharsono pun meminta doa dan dukungan umat kristiani di Bantul agar berbagai prestasi yang dicapai di tahun 2019 akan lebih baik lagi pada tahun 2020 dan berbagai kekurangan yang ada terus dilakukan perbaikan. "Saya percaya jika ASN, TNI-Polri, DPRD, BUMN-BUMD memberikan kerja yang baik maka saya yakin Bantul akan lebih baik dari saat ini," ujarnya.

Baca Juga: Sengketa IMB Gereja, Pemkab Bantul Jamin Pembangunan di Tempat Baru

Topic:

  • Daruwaskita
  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya