Ketua Komisi D DPRD Bantul, Enggar Suryo Jatmiko. IDN Times/Daruwaskita
Terpisah, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul, dr. Sri Wahyu Joko Santosa mengatakan setelah para lansia melakukan pendaftaran secara online nantinya data pendaftar akan disinkronkan dengan data lansia yang ada di Disdukcapil yang memiliki data seluruh lansia di Bantul.
"Jadi berapa lansia yang sudah mendaftar, jumlah yang belum mendaftar, hingga lansia yang bukan penduduk Bantul namun berdomisili di Bantul, akan diketahui," ujarnya.
Pria yang akrab disapa Oki ini mengaku pasti akan ada kebijakan lain yang akan segera dilakukan jika terjadi kendala lansia sulit untuk mendaftar dengan melihat jumlah lansia yang telah mendaftar melalui online.
"Pasti ada solusi karena lansia menjadi prioritas setelah pemberian vaksin kepada pelayan publik telah selesai," ujarnya.
"Nantinya pemberian suntikan vaksin akan diberikan oleh petugas nakes di wilayah puskesmasnya masing-masing. Teknis pemberian suntikan vaksin akan diatur lebih lanjut," tuturnya.
Sementara Ketua Komisi D, DPRD Bantul, Enggar Surya Jatmiko, mengatakan dipastikan banyak lansia yang kesulitan mendaftar secara online dan harus dibantu oleh keluarga atau tetangganya. Namun, bagi lansia yang tinggal dipelosok, tidak memiliki gawai tentunya akan kesulitan untuk mendaftar secara daring apalagi harus menyertakan nomor telepon untuk menerima SMS pemberitahuan jadwal suntikan vaksin pertama dan kedua.
"Masih banyak persoalan yang harus disiapkan solusinya agar semua lansia mendapatkan vaksin karena masuk kategori rentan. Namun dengan pendaftaran daring bisa melihat antusiasme lansia untuk mendapatkan suntikan vaksin," terang politisi Gerindra ini.