Yogyakarta, IDN Times - Perkerasan jalan ramah lingkungan bisa dilakukan untuk meningkatkan daya tahan infrastruktur di Indonesia sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Hal itu disampaikan Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Ikaputra, terkait fenomena kenaikan suhu udara serta curah hujan yang tidak menentu akibat cuaca esktrem, telah membuat konstruksi jalan lebih rentan mengalami kerusakan.
"Dengan pendekatan ini, para pihak terkait tidak hanya memperkuat ketahanan infrastruktur tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan," ujar Kepala Pustral UGM Ikaputra dalam keterangannya, Sabtu (1/2/2025).
