Siti Fauziah, pemeran Bu Tejo dalam film pendek 'Tilik' (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Diakui Ozie, memerankan Bu Tejo di film berdurasi 32 menit itu bukanlah tanpa tantangan. Misal, pergantian peran dadakan. Pasalnya, Ozie sebelum film ini dibuat, didapuk Sang Sutradara, Wahyu Agung Prasetyo jadi sosok Bu Tri.
Peran Bu Tejo diberikan kepada salah seorang pemain senior. Tapi, kemudian batal lantaran proses syuting dirasa membahayakan pemeran tersebut.
"Beliau sudah sepuh, medannya lumayan berat, truknya tinggi, jadi naiknya agak ngoyo. Terus, sutradara kepikiran, bilang 'mbak, kalau kamu yang ganti pemeran utama gimana'," kata Ozie menirukan ucapan Agung.
Mulanya kaget, lantaran harus menggantikan pemeran yang ia nilai punya kualitas lebih dari dirinya. Tapi, tetap Ozie iyakan tawaran tersebut dengan persyaratan tambahan durasi persiapan karena pergantian peran ini terjadi cuma di 3-4 hari sebelum proses pengambilan gambar.
"Karena naskahnya lumayan panjang dan intens juga dan itu pengalaman pertama road movie," kata warga Tamantirto, Kasihan, Bantul ini.
Reading naskah dan latihan akhirnya ia jalani. Proses syuting yang memakan waktu 3,5 harian dengan lokasi sepanjang Desa Terong, Saradan, Dlingo, Bantul menuju RS PKU Muhammadiyah Gamping. Keseluruhan proses butuh 2 mingguan.
Waktu mepet, syuting di bak truk yang berjalan, ditambah para emak-emak di sekelilingnya. Cuma ia dan 3-4 pemain saja yang sudah sering bermain peran, lainnya ekstra dari warga Dusun Terong. Ozie dan beberapa pemain semi momong.
"Mbahasake ke mereka, 'ibu-ibu tenang dulu, jangan berisik' itu kan bisa salah terima. Kan berusaha nguwongke juga, karena bagaimanapun kita minta tolong sama mereka. Jadi ya bilangnya 'bu, nanti boleh nyenggakki tapi suaranya di bawah suara saya ya. Nanti kasihan yang ngedit," urainya.