Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sempat Kontak dengan Pasien Positif COVID-19, Bupati Bantul Jadi ODP

Sempat Kontak dengan Pasien Positif COVID-19, Bupati Bantul Jadi ODP
Bupati Bantul, Suharsono praktikan salam sebagai ganti jabat tangan. IDN Times/Daruwaskita
Share Article

Bantul, IDN Times - Beredar unggahan di media sosial yang menyebut Bupati Bantul Suharsono beserta jajarannya sempat membesuk pasien positif COVID-19 yang merupakan salah satu ASN di Bantul.

Unggahan tersebut pun menjadi viral karena para penjenguk ini diduga melakukan kontak dengan pasien sehingga menjadi berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

1. Bupati Bantul diakui pernah menjenguk pasien positif COVID-19‎

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi COVID-19, Kabupaten Bantul, dr. Sri Wahyu Joko Santosa. IDN Times/Daruwaskita
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi COVID-19, Kabupaten Bantul, dr. Sri Wahyu Joko Santosa. IDN Times/Daruwaskita

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi COVID-19, Pemkab Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa tak menampik Bupati Bantul sempat menjenguk pasien yang dinyatakan positif COVID-19. Para pejabat yang pernah kontak langsung dengan pasien pun dinyatakan sebagai sudah menjalani isolasi mandiri.

"Sudah kita tracing dan sudah kita minta dan sarankan untuk isolasi mandiri serta observasi di rumah hingga 14 hari sejak kontak terakhir dengan pasien," katanya, Minggu (22/3).

2. Menjenguk sebelum pasien dinyatakan positif COVID-19

Ilustrasi pejabat di Pemkab Bantul. IDN Times/Daruwaskita
Ilustrasi pejabat di Pemkab Bantul. IDN Times/Daruwaskita

Dr Oki, panggilan akrab Sri Wahyu Joko Santosa, juga meminta kepada orang yang kontak erat dengan pasien tersebut untuk segera melaporkan dan memeriksakan diri ke Puskesmas, klinik atau rumah sakit. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan kondisi orang-orang yang kontak langsung dengan pasien positif COVID-19.

"Semua pejabat Bantul yang kontak dengan pasien positif COVID-19 tersebut sudah dirumahkan. Semua pejabat termasuk pak Bupati," ujarnya.

"Jadi bupati itu menjenguk pasien sebelum dinyatakan positif dan belum pindah perawatan ke RSUD Panembahan Senopati Bantul," tambahnya lagi.

Menurutnya sejumlah pejabat sudah melakukan isolasi diri semenjak kontak terakhir dengan pasien yang selanjutnya dinyatakan positif COVID-19 (sejak dirawat di RS swasta), namun ada pula yang melakukan isolasi mandiri setelah pasien dirawat di RSUD Panembahan Senopati dan dinyatakan positif COVID-19.

"Jadi kalau yang kontaknya sebelum masuk ke RSUD maka dalam beberapa hari akan selesai masa isolasi mandirinya namun masih ada pejabat yang masih lebih dari 1 minggu mengisolasi mandiri," ucapnya.

3. Pejabat yang kontak erat dengan pasien positif COVID-19 tidak ada yang mengalami gejala ke COVID-19‎

Pejabat di Kejari Bantul besuk pejabat tertinggi di Kejari Bantul di salah satu rumah sakit swasta di Bantul. IDN Times/Istimewa
Pejabat di Kejari Bantul besuk pejabat tertinggi di Kejari Bantul di salah satu rumah sakit swasta di Bantul. IDN Times/Istimewa

‎Menurut dr Oki, sejauh ini orang yang kontak dengan pasien yang positif COVID-19 dan melakukan isolasi mandiri belum ada yang mengalami gejala ke arah COVID-19. Namun, ada yang masuk dalam status ODP, termasuk Bupati.

"Tapi hasil yang kita pantau tidak ada pejabat yang mengalami batuk, panas tinggi, sakit tenggorokan serta flu," terangnya.‎

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More

Negara Terancam Kaos, Sosiolog UGM: Pemerintah Harus Peka Atasi Krisis

07 Jun 2026, 21:36 WIBNews