Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bawaslu Sleman Dalami Dugaan Timses Paslon Bagi-bagi Uang di Minggir

Bawaslu Sleman Dalami Dugaan Timses Paslon Bagi-bagi Uang di Minggir
Ilustrasi transaksi ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Bawaslu Sleman menyita uang tunai senilai Rp12,5 juta sebagai barang bukti dugaan politik uang oleh tim sukses paslon Pilkada 2024 di wilayah Minggir, Sleman.
  • Dugaan politik uang terjadi saat kegiatan kampanye salah satu paslon di wilayah Minggir, Sabtu (23/11/2024) malam. Tim sukses diduga membagikan uang kepada calon pemilih sebelum dilaporkan kepada Bawaslu.
  • Arjuna membantah informasi bahwa staff Bawaslu Sleman terlibat dalam dugaan politik uang di wilayah Minggir, menegaskan bahwa pelakunya bukan staf Bawaslu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Sleman, IDN Times - Badan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman menyita uang tunai senilai Rp12,5 sebagai barang bukti dugaan tindak politik uang oleh tim sukses (timses) salah satu paslon Pilkada 2024 di wilayahnya. Bawaslu saat ini tengah mendalami dugaan kasus yang terjadi di wilayah Minggir, Sleman tersebut.

1. Bagi-bagi uang saat kampanye

Ilustrasi kampanye (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Ilustrasi kampanye (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Ketua Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar, menuturkan dugaan politik uang terjadi saat kegiatan kampanye salah satu paslon di wilayah Minggir, Sabtu (23/11/2024) malam. Menurut Arjuna, tim sukses salah satu paslon diduga membagikan uang kepada calon pemilih saat itu sebelum kemudian dilaporkan kepada jajarannya.

"Kami dapatkan informasi awal dan ada uang barang bukti Rp 12,6 juta. Saat ini sedang lakukan pendalaman informasi karena ini kami anggap sebagai informasi awal," kata Arjuna, Minggu (24/11/2024).

"Ada dua peristiwa yang sedang kami kumpulkan saat ini informasinya. Selain Minggir, tadi pagi dapatkan laporan terkait dengan pelaku politik uang di Mlati, berikut dokumen bukti percakapan WhatsApp ini coba kami dalami," sambungnya.

2. Belum ungkap paslon termaksud

Ketua Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Ketua Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Namun demikian, Arjuna belum mengungkap tim sukses paslon mana yang diduga terlibat dalam dua kasus ini. Dia memastikan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan akan diungkap ke publik apabila hasilnya sudah lengkap.

"Tulis aja salah satu paslon. Nanti kalau udah jelas informasinya, akan kami sampaikan. Pelakunya yang di Minggir tentu masih dilakukan pendalaman. Kami kumpulkan informasi informasinya dulu," kata Arjuna.

3. Bantah staf Bawaslu terjaring OTT

Kantor Bawaslu Sleman. (IDN Times/Wachida Nur Hidayati/bt)
Kantor Bawaslu Sleman. (IDN Times/Wachida Nur Hidayati/bt)

Dalam hal ini, Arjuna sekaligus membantah informasi yang beredar bahwa staff Bawaslu Sleman terlibat dalam dugaan politik uang di wilayah Minggir. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa staf Bawaslu Sleman tertangkap operasi tangkap tangan (OTT) di Kecamatan Minggir.

"Bukan, pelakunya bukan staf Bawaslu," tegas Arjuna membantah.

Share Article
Topics
Editorial Team
Tunggul Kumoro Damarjati
EditorTunggul Kumoro Damarjati

Latest News Jogja

See More