IDN Times, Bantul - Bawaslu Bantul melakukan kerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Bantul. Kerja sama ini dilakukan untuk penguatan pengawasan partisipatif Pemilihan Kepala Daerah 2024.
Bawaslu Bantul Ajak NU-Muhammadiyah Aktif Awasi Tahapan Pilkada
.jpg)
1. Bawaslu Bantul akan berkolaborasi dengan semua jenjang kepengurusan NU dan Muhammadiyah
Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Bantul, Dewi Nurhasanah, mengatakan pihaknya mengajak pengurus NU dan Muhammadiyah Bantul untuk aktif dalam kegiatan pengawasan partisipatif.
"Kita mengajak pengurus NU dan Muhammadiyah untuk aktif dalam kegiatan pengawasan partisipatif," katanya dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Sabtu (1/6/2024).
Lebih lanjut, Dewi mengungkapkan nantinya Bawaslu Bantul akan berkolaborasi dengan semua jenjang kepengurusan NU dan Muhammadiyah dari tingkat kabupaten sampai dengan kalurahan.
"Secara konkret pengawas pemilu akan mengajak pengurus dan anggota NU serta Muhammadiyah untuk aktif dalam pencegahan pelanggaran dalam tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantul," tuturnya.
2. Potensi kerawanan dalam Pilkada Bantul 2024
Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho, menyampaikan potensi kerawanan pemilihan ke depan antara lain politik uang, politisasi sara, ujaran kebencian dan hoaks. Melalui Kerja sama dengan NU dan Muhammadiyah, diharapkan dapat mereduksi praktik politik uang dalam gelaran pilkada ke depan.
"Selain itu harapannya sayap organisasi yang ada di NU dan Muhammadiyah baik itu kelompok perempuan maupun kelompok mudanya dapat ikut aktif dalam pencegahan praktik politik uang serta politisasi SARA yang dimungkinkan terjadi," ucapnya.
3. NU dan Muhammadiyah siap bekerja sama dengan Bawaslu Bantul
Sementara Ketua PCNU Bantul, Prof. H. Riyanto, menegaskan pihaknya akan memberikan dukungan terhadap kerja sama pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu. Ke depan pihaknya mendorong adanya materi khotbah yang memuat bahaya politik uang dan ujaran kebencian dari perspektif agama. Hal ini dirasa akan efektif mengingat materi khotbah ini akan dapat didistribusikan sampai pelosok dusun di Bantul.
Sedangkan Ketua PD Muhammadiyah Bantul, Arba Riksawan Qomaru, mengungkapkan Muhammadiyah sangat berharap peran nyata Bawaslu dalam kerja pengawasan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantul. Muhammadiyah sebagai Lembaga dakwah amar ma’ruf nahi munkar terus akan menolak terhadap praktik politik uang dan akan menjadi bagian dari jihad di masyarakat.
"Oleh karena pihaknya mendukung gerakan lawan politik uang yang gencar dilakukan oleh Bawaslu Bantul," katanya.