Fenomena api misterius di rumah warga Seyegan, Sleman, sebabkan barang-barang di dalam rumah hangus terbakar. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Laila Putri Rahmadini jadi salah satu tetangga Fia, mengaku resah akan fenomena api misterius ini. Dia mengontrak bangunan di sebelah utara ruko tempat Fia mengungsi.
Keresahannya itu didasari pada kemunculan api yang sudah sampai ke area rumah kontrakannya. Handuk yang ia jemur di belakang rumah beberapa hari lalu jadi salah satu benda yang terbakar.
"Handuk, pas tak tinggal tidur (terbakar)," kata Laila.
Menurut Putri, setidaknya sudah ada tiga barang miliknya yang hangus terbakar. Karena itu, ia merasa perlu lebih berhati-hati dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Putri mengaku memang berencana pindah dari kontrakannya. Keputusan tersebut bukan dipicu rasa khawatir terhadap kejadian yang terjadi, melainkan masa sewa rumahnya berakhir bulan depan.
Hingga kini, sejumlah tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM), UPN 'Veteran' Yogyakarta, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab fenomena tersebut. Tiga senyawa yang diduga berperan adalah gas metana (CH4), gas hidrogen (H2), dan gas fosfin (PH3).
Tim UGM telah mengoperasikan perangkat georadar dan menemukan sejumlah retakan tanah yang diduga menjadi jalur keluarnya senyawa pemicu munculnya api.
Sementara itu, tim peneliti UPN melakukan kajian geomagnetik untuk mengidentifikasi keberadaan batuan ultrabasa dan vulkanik yang berpotensi menghasilkan gas hidrogen.
Selain itu, survei geolistrik juga dilakukan di sekitar rumah Fia untuk memetakan lapisan batuan bawah permukaan serta mendeteksi struktur atau rongga yang kemungkinan menjadi jalur keluarnya gas penyebab kemunculan api.