Anies Baswedan melakukan ziarah ke Makam Raja Mataram Islam di Dusun Sayangan, Jagalan, Banguntapan, Bantul, Minggu (13/8/2028).(IDNTimes/Tunggul Damarjati)
Pada kesempatan itu, Anies menerima sebuah cenderamata berupa tombak cakra bernama Tombak Cakra Kotagede. Suvenir pemberian masyarakat setempat itu bertuliskan dua sifat Allah SWT atau asmaul husna, yakni Ar Rahman dan Al Malik.
Kata Anies, pemberian ini mengingatkan dirinya kala menerima Tongkat Pusaka Kanjeng Kiai Tjokro atau Tongkat Cakra Pangeran Diponegoro saat ia masih menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Benda itu sempat diambil saat masa penjajahan Belanda tahun 1828 dan baru dikembalikan 2015 lalu.
"Kami menerima sebuah cakra yang bentuknya serupa (dengan Tongkat Cakra Diponegoro) dari keluarga besar Kotagede, anak turunan dari para pendiri Kerajaan Mataram Islam," kata mantan gubernur DKI Jakarta itu.
Bagi Anies, secara simbolik ini adalah pemberian amanah kepadanya. Anies mengapresiasi atas kepercayaan yang menjadi tambahan semangat buatnya. Selain itu ia berharap bisa menjaga sifat dari Ar Rahman dan Al Malik yang tertulis dalam cenderamata tersebut.
"Mudah-mudahan sifat Ar Rahman bisa terus kami jaga, sebagaimana kemarin ketika bertugas di Jakarta, siapa pun mendapakan perlakuan yang sama dan bagaimana kewenangan yang diembankan itu dipakai sebanyak-banyaknya untuk menghadirkan keadilan di masyarakat," ucapnya.
"Ini menjadi tambahan semangat kepada semua bahwa ikhtiar kita bukan sekadar satu orang, bukan sekadar satu kelompok, bukan sekadar satu dua tiga partai tapi ini tentang bagaimana rakyat kita bisa merasakan keadilan. Sebagaimana dulu pernah hadir di saat Kerajaan Mataram, dimulai dengan Panembahan Senopati kemudian masa kejayaan pada saat Sultan Agung. Dan pada saat kejayaan Sultan Agung lah berbagai inovasi kita jaga sampai dengan hari ini," sambungnya.