TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Pilkades Sleman Diwarnai Persaingan Antaranggota Keluarga

Ada 5 kalurahan yang calonnya masih punya hubungan keluarga

(Ilustrasi) IDN Times/Imam Rosidin

Sleman, IDN Times - Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sleman akan diwarnai persaingan antarcalon yang masih memiliki hubungan keluarga.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Sleman, Budiharjo mengungkapkan, setidaknya ada lima kalurahan di Kabupaten Sleman yang calonnya memiliki hubungan keluarga.

Baca Juga: Pemkab Sleman Ajukan Penambahan Anggaran meski Pilkades Diundur 

1. Berikut calon-calon yang akan bersaing di 5 kalurahan

Kepala Dinas PMD Sleman, Budiharjo. IDN Times/Siti Umaiyah

Lima kalurahan tersebut yakni Kalurahan Margoluwih, Seyegan dengan calon Supriyati yang melawan suaminya Sunaryo. Kalurahan Kepuharjo, Cangkringan, yang mana Heri Suprapto (petahana) akan berebut kursi dengan putranya, Amino Fajar Nugroho.

Di Kalurahan Sumberejo, Tempel, Ika Puji Astuti akan bersaing dengan sang suami, Andjar Purwanto. Di Kalurahan Sumberagung, Moyudan ada Duldjiman yang akan bersaing dengan putrinya Agustin Dwiaryani, serta terakhir di Kalurahan Sidoagung, Godean yang mana ada Titis Sukatni dan Edy Utomo merupakan kakak beradik kandung.

"Mereka semua sudah lolos persyaratan dan telah ditetapkan sebagai bakal calon Lurah," ungkapnya," ungkapnya pada Jumat (11/9/2020) lalu.

2. Terpaksa mengajak istri lantaran tak ada yang berminat mencalonkan diri

Ilustrasi (IDN Times/Mardya Shakti)

Sunaryo, salah satu calon Lurah di Margoluwih, Seyegan diketahui akan melawan istrinya sendiri, Supriyati. Sunaryo mengungkapkan, alasan utama mengapa dia akan bersaing dengan istrinya lantaran memang di kalurahannya tidak ada yang berminat mencalonkan diri hingga akhir pendaftaran. Akhirnya, dia mengajak istrinya untuk maju bersama-sama dan menjadi rival.

"Dari masyarakat Margoluwih sudah diumumkan sampai pendaftaran kan gak ada. Dengan terpaksa, saya ngajak istri saya dan juga berminat," terangnya.

Sunaryo menjelaskan, dirinya memiliki persiapan tersendiri serta tim dan jurus tersendiri untuk bisa menang. Begitu pun dengan istrinya. Menurutnya, meskipun menjadi rival dalam pemilihan Lurah, hubungan dirinya dan istrinya juga baik-baik saja. Yang mana dirinya berusaha membedakan antara urusan pribadi dengan pencalonan.

"Kalau di rumah tetap biasa menjadi suami istri. Kita bisa memilah ini keluarga. Anak-anak gak masalah. Itu bentuk perjuangan dari ibu dan bapak. Kalau harapan dari kami, yang menang saya. Namun andai kata yang menang istri, tidak apa-apa, legowo," katanya.

Hal yang sama diungkapkan oleh istrinya, Supriyati, jika dirinya sudah memiliki strategi tertentu dan tidak ada permasalahan keluarga terkait pencalonannya.

"Jelas ada strategi tertentu untuk maju Pilkades. Strateginya sama-sama cari kader, untuk penggalangan masa. Tanggapan keluarga, semuanya mendukung," paparnya.

Baca Juga: Pemkab Sleman Ajukan Penambahan Anggaran meski Pilkades Diundur 

Berita Terkini Lainnya