TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Masuk Musim Hujan, Petani Kalasan Mulai Aktivitas Tanam Padi

Awal musim hujan maju dari prediksi semula

Ilustrasi petani menanam padi. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Sleman, IDN Times - Sejumlah petani di Kalasan, Kabupaten Sleman, sudah mulai melakukan aktivitas tanam padi, meskipun hujan belum merata.

Ketua Forum Petani Kalasan Janu Riyanto menjelaskan aktivitas tanam sendiri sudah mulai dilakukan lantaran ketersediaan air dari saluran irigasi Selokan Mataram masih mencukupi.

Baca Juga: Pemeliharaan Jaringan, Saluran Van Der Wijck Dimatikan hingga 15 Hari 

1. Sebanyak 70 persen lahan pertanian Kalasan ditanami padi

Ketua Forum Petani Kalasan.. IDN Times/Siti Umaiyah

Janu menjelaskan, Kalasan sendiri memiliki lahan pertanian seluas 3 ribu hektare. Dari jumlah tersebut, 70-80 persennya ditanami tanaman padi saat musim hujan. Sedangkan sisanya, diperuntukkan untuk tanaman kacang tanah,  jagung, holtikultura, dan ketela.

Menurutnya, untuk lahan yang ditanami tanaman non padi ini sendiri berada di wilayah yang memang memiliki ketersediaan air sedikit. Khususnya di Kalasan Utara, yang tidak terjangkau aliran Selokan Mataram.

"Tidak seluruhnya ditanam padi, agar air bisa mencukupi untuk olah lahan bergilir namun cukup," ungkapnya pada Senin (5/10/2020).

2. Musim hujan maju dari perkiraan awal

Petani menanam padi di area genangan waduk Bili-Bili yang mengering di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (29/9/2020). ANTARA FOTO/Arnas Padda

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman Heru Saptono mengatakan, tahun ini, musim hujan maju dua sampai tiga minggu dari perkiraan awal. Hal ini juga akan menyebabkan aktivitas tanam petani padi di Sleman juga akan maju.

Meski demikian, untuk memastikan kapan musim hujan benar-benar tiba, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan BMKG. Untuk selanjutnya menyosialisasikan ke petani terkait kapan waktu yang pas untuk melakukan aktivitas tanam.

"Karakter musim hujan di Sleman awalnya Sleman sebelah utara, di Turi Tempel Pakem dan sebagainya. Tipologi hujan di Sleman biasanya seperti itu, tapi kami tetap berkoordinasi dengan BMKG, karena BMKG yang berwenang antisipasi dan ramalan," katanya.

Baca Juga: Merugikan Petani, Perdes Tanah Kas Desa Digugat Warga Srigading

Berita Terkini Lainnya