TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Paskah 2022, Umat Katolik Diajak Berbela Rasa terhadap Sesama 

Dengan saling menolong, Indonesia akan bangkit lagi

Romo Paroki Gereja HKTY Ganjuran, R.Sugihartanto, PR.(IDN Times/Daruwaskita)

Bantul, IDN Times - ‎Hari raya Paskah atau Kebangkitan Yesus Kristus hari ini diperingati oleh seluruh umat kristiani di dunia, tak terkecuali umat di Paroki Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Paskah tahun 2022 ini, Gereja HKTY Ganjuran mengambil tema "Beriman Kepada Kristus Berbela rasa dan Berpengharapan". Apa makna dari tema tersebut?

Baca Juga: Uniknya Candi HKTY Ganjuran, Bikin Peziarah Enggan Pulang

1. Tuhan menjadi andalan untuk keluar dari pandemi‎

Ilustrasi pandemik COVID-19 (pixabay.com/Dieterich01)

Romo Kepala Paroki Gereja HKTY Ganjuran, R. Sugihartanto, Pr., mengatakan beriman kepada Kristus artinya umat katolik masih menyakini berkat Tuhan menjadi andalan. 

"Ketika kita beriman dan percaya kepada Tuhan sebagai sang juru selamat dan penolong maka situasi pandemi ini pasti akan bisa kita lewati," ujarnya, Sabtu (16/4/2022).

2. Umat katolik diajak untuk berbelarasa dan menolong sesamanya‎

Umat katolik mengikuti misa Jumat Agung di Gereja HKTY Ganjuran.(IDN Times/Daruwaskita)

Hal kedua yang harus dikembangkan dari iman dan kepercayaan kepada Tuhan masih menyertai adalah mengembangkan dalam berbela rasa. Dengan berbela rasa seperti yang dilakukan Tuhan Yesus sendiri dengan wafat dan penebusan dosa sebagai pembelaan kepada manusia yang berdosa, maka umat katolik juga diajak untuk berbela rasa kepada penderitaan, kesusahan yang dialami oleh sesama.

"Apalagi dengan pandemi ini harus dilalui dengan susah payah dan umat katolik harus berbelarasa dan tergerak untuk menolong sesamanya," ungkapnya.

Adanya aksi sosial paskah (APP) bisa digunakan untuk membantu mereka yang sungguh-sungguh mengalami kesulitan-kesulitan dalam kehidupan dan mereka yang memang harus ditolong.

"Banyak yang telah dilakukan gereja mulai dari membantu orang sakit, membantu merenovasi rumah yang tidak layak huni hingga menggelar donor darah saat masa prapaskah. Apalagi saat bulan Ramadan yang melakukan donor darah berkurang dan kita diminta oleh PMI untuk menggelar donor darah," ucapnya.

Baca Juga: Misa Kamis Putih di Gereja Ganjuran Dihadiri Ribuan Umat Katolik  

Berita Terkini Lainnya