4 Pedagang Postif COVID, Pasar Semampir dan Mbibis Bantul Ditutup

Bantul, IDN Times - Sedikitnya empat pedagang yang biasa berjualan di Pasar Semampir dan Pasar Mbabrik Kalurahan Argorejo, Kapanewon Sedayu terkonfirmasi positif COVID-19. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul menginstruksikan agar dua pasar tersebut ditutup sementara untuk dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan.
1. Satgas COVID-19 Kabupaten Bantul minta pasar ditutup sementara

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul dr. Sri Wahyu Joko Santosa membenarkan adanya empat pedagang di pasar yang terkena COVID-19.
"Memang benar ada empat pedagang di Pasar Semampir dan Pasar Mbabrik terpapar COVID-19," ujarnya ketika dihubungi melalui sambungan telepon pada Kamis, (11/2/2021).
Selain penutupan sementara, Gugus Tugas Bantul melakukan tracing kontak dan testing kepada pedagang yang memiliki kontak erat.
"Tracing hanya dilakukan kepada pedagang atau keluarga yang kontak erat dengan pasien positif COVID-19. Jadi tidak semua pedagang ya," katanya.
2. Pedagang yang positif COVID dirawat di rumah sakit

Penewu Sedayu Sarjiman mengatakan mulai hari ini Kamis (11/2/2021) Pasar Semampir dan Mbabrik sudah ditutup selama satu pekan ke depan.
"Kita sudah koordinasi dengan Dinas Perdagangan untuk penutupan Pasar Semampir karena dikelola oleh Dinas Perdagangan dan Kalurahan Argorejo yang mengelola Pasar Mbabrik sebagai pasar desa," ujarnya.
Sarjiman mengaku pedagang yang positif dan bergejala serta memiliki komorbid telah dirawat di rumah sakit. Sedangkan pedagang yang positif namun tak bergejala menjalani isolasi mandiri. Hasil tracing yang dilakukan belum diketahui hingga saat ini. yang telah dilakukan belum diketahui.
"Sudah dilakukan kontak tracing dan testing namun untuk hasilnya saya belum mendapatkan laporan," tuturnya.
3. Dinas Perdagangan Bantul tutup satu pekan Pasar Semampir

Terpisah Kepala Dinas Perdagangan Bantul Sukrisna Dwi Susanta mengatakan sudah melakukan penutupan Pasar Semampir mulai Kamis (11/2/2021) hingga Rabu (17/2/2021).
"Ya kita tutup sementara untuk kegiatan sterilisasi selama satu pekan," ujarnya.
Bagi para pedagang yang kontak erat dengan pasien positif agar melakukan karantina dan segera melapor kepada aparat setempat atau pengelola pasar.
"Pedagang yang kontak erat kemudian timbul gejala mengarah terpapar COVID-19 seperti batuk, demam, kehilangan indra perasa dan penciuman segera melapor," terangnya.

















