Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Sayur Brongkos? Ini Sejarah sampai Jenisnya
Ilustrasi apa itu sayur brongkos (pexels.com/@esase-2151653112)
  • Sayur brongkos adalah hidangan Jawa berkuah santan cokelat kehitaman dari kluwek, bercita rasa gurih, sedikit pedas, dan kaya rempah.
  • Keberadaannya tercatat dalam Serat Centhini 1814–1823, Kookboek 1925, cerita rakyat 1958, serta Mustikarasa 1967, dan populer di Solo, Yogyakarta, serta Jawa Tengah.
  • Isian brongkos bervariasi, dari tahu, telur, kacang tolo, hingga daging, koyor, congor, dan tulang muda; versi berdaging umumnya lebih mahal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau kamu suka masakan Jawa dengan kuah kaya rempah dan sedikit sentuhan rasa pedas, sayur brongkos mungkin wajib dicoba. Hidangan berkuah gelap ini punya tampilan yang khas berkat penggunaan kluwek, dengan isian seperti kacang tolo, tahu, dan daging membuatnya terasa unik. Lantas, apa itu sayur brongkos dan kenapa makanan ini begitu lekat dengan kuliner tradisional Jawa?

Sayur brongkos merupakan salah satu hidangan tradisional yang punya karakter rasa kuat sekaligus isian beragam dalam satu mangkuk. Perpaduan kluwek, santan, cabai, plus rempah menghasilkan kuah yang gurih, sedikit pedas, dan aromatik yang bikin makin nikmat disantap bersama nasi hangat. Yuk, kenali lebih jauh apa itu sayur brongkos, mulai dari sejarah sampai bahannya berikut ini!

1. Sejarah kemunculan sayur brongkos

Ilustrasi sayur brongkos daging (unsplash.com/@nguyentrungnguyen)

Jejak keberadaan brongkos sebagai hidangan yang populer di Jawa dapat ditelusuri dari catatan dalam Serat Centhini. Naskah tersebut ditulis pada 1814 hingga 1823 dan menyebut brongkos sebanyak sepuluh kali dalam berbagai kegiatan makan dalam keseharian masyarakat. Misalnya dari sarapan, makan siang, dan makan malam hingga jamuan tamu serta kenduri pengantin, yang menunjukkan bahwa brongkos sudah digemari masyarakat Jawa sejak masa tersebut atau bahkan sebelumnya.

Catatan mengenai brongkos juga muncul dalam sebuah Kookboek yang ditulis oleh orang Belanda pada 1925. Masyarakat Belanda yang tinggal di Hindia Belanda pada masa kolonial turut mengenal brongkos sebagai salah satu hidangan yang lezat, bahkan sajian ini masuk dalam hidangan mewah bergaya Indische yang dikenal sebagai rijsttafel. Dalam penyajiannya, brongkos ditempatkan sebagai bagian dari jamuan istimewa dengan perlengkapan khusus, tata meja yang ditata sedemikian rupa, serta pelayanan yang terencana.

Jejak brongkos juga tercatat dalam cerita rakyat yang dituangkan melalui sekar macapat dengan tembang Gambuh pada 1958. Dalam kisah tersebut, brongkos congor atau brongkos berbahan bibir sapi disebut sebagai salah satu hidangan yang menggambarkan kenikmatan dalam kehidupan masyarakat Jawa. Catatan ini mempertebal bahwa brongkos, termasuk olahan berbahan bagian sapi tertentu.

Popularitas brongkos ternyata tak berhenti setelah masa kolonial berakhir karena hidangan ini tetap menjadi sajian istimewa di tengah masyarakat Jawa, terutama di Solo, Yogyakarta, dan sejumlah wilayah Jawa Tengah lainnya. Bukti lain mengenai keberadaannya tercatat dalam buku Mustikarasa yang diterbitkan Pemerintah Indonesia pada 1967 dan memuat empat jenis brongkos berdasarkan daerah asalnya. Dari berbagai versi tersebut, brongkos yang berasal dari Solo disebut sebagai jenis yang paling universal dan memiliki kemiripan dengan brongkos yang berkembang di Yogyakarta.

2. Apa itu sayur brongkos?

Ilustrasi nasi brongkos (unsplash.com/@aldrinrachmanpradana)

Buat orang luar Yogyakarta atau Jawa, mungkin masih banyak yang belum tahu apa itu sayur brongkos. Nah, brongkos sendiri masuk dalam kelompok lauk-pauk khas Jawa yang dikenal dengan kuah santannya. Ciri paling mudah dikenali dari hidangan ini adalah kuah berwarna cokelat kehitaman yang berasal dari kluwek atau keluak, salah satu bumbu utama dalam pembuatannya.

Dari segi rasa, brongkos menawarkan perpaduan gurih dan kaya rempah dengan karakter kluwek yang cukup kuat, dan biasanya disajikan hangat-hangat. Bahan yang digunakan dalam brongkos cukup beragam, baik dari kelompok hewani maupun nabati. Bahkan, sejumlah pustaka pada era modern kemudian semakin memperkuat keterkaitan brongkos dengan Yogyakarta. Hidangan ini disebut berasal dari Yogyakarta dan menjadi salah satu makanan yang digemari keluarga Keraton Yogyakarta, termasuk Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Sultan Hamengku Buwono X.

3. Jenis-Jenis brongkos berdasarkan isinya

Ilustrasi apa itu sayur brongkos (pexels.com/@esase-2151653112)

Jenis sayur brongkos dapat dibedakan berdasarkan bahan utama yang digunakan, apakah isian atau nabati yang menjadi pelengkapnya. Beberapa bahan yang umum dipakai antara lain telur ayam dan daging sapi beserta bagian tertentu lainnya seperti congor, koyor, tulang muda, lulur, daging bagian dalam, hingga sandung lamur. Sementara itu, bahan nabati yang melengkapi sajian ini dapat berupa tahu putih atau tahu magel, kacang tolo, kulit biji melinjo, dan buncis.

Perbedaan bahan utama tersebut membuat brongkos memiliki beberapa jenis yang cukup dikenal di masyarakat. Ada brongkos tahu, brongkos telur, brongkos daging, brongkos koyor, brongkos congor, hingga brongkos tulang muda. Masing-masing punya karakter isian yang berbeda, dan biasanya brongkos dengan isian daging akan lebih mahal harganya dibanding dengan yang pakai tahu atau telur saja.

Di antara berbagai daerah di Jawa, brongkos menjadi salah satu hidangan yang cukup populer di Yogyakarta, berdampingan dengan kuliner khas lain seperti gudeg. Sampai sekarang, hidangan ini masih dapat ditemukan di berbagai warung makan, baik sebagai menu andalan maupun sebagai salah satu pilihan dalam deretan masakan rumahan. Jadi, kalau ingin mencicipi brongkos sekaligus melihat beragam jenisnya, Yogyakarta bisa menjadi salah satu tempat yang menarik untuk menjelajahinya.

Sekarang sudah gak penasaran lagi kan tentang apa itu sayur brongkos? Namun supaya makin kenal dan tahu rasanya, sekarang saatnya mencicipi sendiri hidangan khas Yogyakarta yang satu ini langsung di kotanya. Selamat kulineran!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article