Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Seto Akui Sejumlah Pemain PSIM Kaget dengan Menu Latihan

Para pemain PSIM Jogja saat sesi latihan (Dok, PSIM Jogja)
Para pemain PSIM Jogja saat sesi latihan (Dok, PSIM Jogja)

Yogyakarta, IDN Times - Pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiantoro mengakui para pemainnya masih melakukan penyesuaian dengan skema latihan yang diberikan. Untuk mematangkan skuad jelang bergulirnya kompetisi Liga 2 musim 2024/2025, Seto mengakui para penggawa Laskar Mataram masih merasa kaget dengan menu latihan.

 

1. Fisik oke, tapi beberapa pemain kaget

Pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiantoro. (Psimjogja.id)
Pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiantoro. (Psimjogja.id)

Beberapa latihan yang dilakukan Seto adalah melibatkan anak asuhnya dalam program training camp di Kaliurang. Ia juga memberikan latihan lari lintas alam 14 kilometer serta uji tanding.

"Dari sisi fisik sih oke, tapi mungkin ada beberapa yang merasa kaget dengan metode yang kita berikan," kata Seto dikutip dari laman resmi PSIM, Rabu (24/7/2024).

"Mereka masih beradaptasi bagaimana metode kami latihan. Mudah-mudahan ke depannya sudah cepat beradaptasi dan berjalan dengan baik," sambungnya.

2. Puji adaptasi pemain asing

Training Camp PSIM Yogyakarta di Kaliurang, (instagram.com/psimjogja_official)
Training Camp PSIM Yogyakarta di Kaliurang, (instagram.com/psimjogja_official)

 

Seto memuji adaptasi tiga legiun asing PSIM, meski ia mengaku ada beberapa poin evaluasi. Tiga pemain asing yang bermain untuk PSIM Jogja adalah Pedrinho, Rafinha, dan Yusaku Yamadera.

3. Pentingnya komunikasi antar pemain

PSIM Yogyakarta memulai TC di Kaliurang sebelum dimulainya Liga 2 2024/2025. (Psimjogja.id)
PSIM Yogyakarta memulai TC di Kaliurang sebelum dimulainya Liga 2 2024/2025. (Psimjogja.id)

Seto menambahkan, komunikasi masih jadi perhatian utamanya. Pasalnya, ada perbedaan bahasa antara pemain lokal dengan asing. Harapannya, intensitas latihan yang tinggi bisa menjadi jalan untuk menemukan cara berkomunikasi yang baik untuk pertandingan.

"Secara umum oke, makanya dengan sering latihan, harapannya komunikasinya bisa diperbaiki. Dalam artian kita harus sepakati seperti apa. Misalnya ada lawan di belakang (bagaimana mengomunikasikan),” jelas Seto.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us