Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penyambutan wisatawan pertama di taman wisata candi, Kamis (1/1/2026).
Penyambutan wisatawan pertama di taman wisata candi, Kamis (1/1/2026). (Dok. Istimewa)

Intinya sih...

  • Penyambutan wisatawan pertama dilakukan dengan seremoni tahunan, melibatkan jajaran direksi dan manajemen yang mengenakan busana tradisional Jawa.

  • Pohon Bungur dipilih sebagai simbol kemakmuran, kesuburan, dan energi positif dalam tradisi Jawa, serta menjadi bagian dari lanskap kawasan candi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times – InJourney Destination Management (IDM) menyambut lima pengunjung pertama di destinasi Candi Prambanan, Candi Borobudur, Keraton Ratu Boko, Teater dan Pentas, pada awal tahun 2026. Arak-arakan bregodo hingga pengunjung diajak menanam pohon, jadi bagian penyambutan wisatawan pertama.

“Tradisi tahunan ini merupakan simbol penghormatan dan apresiasi spesial kepada wisatawan yang mengawali 2026 dengan berwisata ke destinasi TWC (Taman Wisata Candi) sekaligus bentuk komitmen IDM Melayani Sepenuh Hati di destinasi heritage ini,” ujar Direktur Komersial IDM Gistang Panutur, Kamis (1/1/2026).

1. Penyambutan wisatawan pertama seremoni tahunan

Penyambutan wisatawan pertama di taman wisata candi, Kamis (1/1/2026). (Dok. Istimewa)

Penyambutan dilakukan langsung jajaran direksi dan manajemen yang mengenakan busana tradisional Jawa, seperti kebaya putih, beskap hitam, dan lurik coklat lengkap dengan kain jarik dan blangkon. Rangkaian acara dimulai dengan pengalungan syal kain batik ecoprint di gate kedatangan, diikuti dengan arak-arakan seni tradisi bregodo menuju area dalam destinasi.

Pengunjung pertama melakukan aksi penanaman pohon bungur bersama. Hal ini menjadi bagian dari upaya mengajak wisatawan terlibat dalam pelestarian lingkungan di kawasan Taman Wisata Candi.

“Penyambutan pengunjung pertama ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud komitmen kami menghadirkan pelayanan prima yang berakar pada nilai budaya lokal. Melalui arak-arakan bregodo yang melambangkan kehormatan dan keramahan, kami ingin wisatawan merasakan hangatnya sambutan Nusantara sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur budaya yang kami lestarikan. Kehadiran pengunjung pertama ini menandai langkah awal perjalanan baru kami dalam mengelola destinasi secara berkelanjutan," jelasnya.

2. Arti pemilihan pohon Bungur

Penyambutan wisatawan pertama di taman wisata candi, Kamis (1/1/2026). (Dok. Istimewa)

Pohon Bungur dipilih karena simbol kemakmuran, kesuburan, dan energi positif dalam tradisi Jawa, serta telah lama menjadi bagian dari lanskap kawasan candi. Selain itu, pengunjung menerima souvenir berupa syal eco-print yang menggunakan motif daun lokal seperti daun Bungur dan daun Bodhi. Wisatawan juga mendapatkan paket benih pohon Bungur untuk ditanam di rumah masing-masing sebagai simbol keberlanjutan.

“Penggunaan motif flora yang ada di relief candi ini mencerminkan identitas destinasi. Kami berharap benih yang dibawa pulang oleh wisatawan dapat tumbuh menjadi pohon yang memberi makna, sebagaimana harapan kami agar setiap perjalanan wisatawan di destinasi kami selalu berkesan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Penanaman pohon ini adalah simbol pertumbuhan dan keberlanjutan, mengajak setiap wisatawan untuk berkontribusi pada masa depan yang lebih hijau dan terjaga,” kata Gistang.

Gistang menuturkan dengan menyatukan kesenian, budaya, sejarah, dan kelestarian alam, didukung peningkatan kualitas layanan dan fasilitas, InJourney Destinations serius membuktikan komitmennya untuk menjadikan kawasan destinasi yang dikelolanya menyempurnakan tujuan pariwisata, edukasi dan spiritualitas kelas dunia.

3. Jadi pengalaman yang membekas

Penyambutan wisatawan pertama di taman wisata candi, Kamis (1/1/2026). (Dok. Istimewa)

Salah satu pengunjung pertama di Keraton Ratu Boko, Darma, mengatakan sambutan ini merupakan pengalaman yang membekas bagi dirinya, selain baru pertama kali berkunjung ke Ratu Boko.

“Sebelumnya memang belum pernah ke Ratu Boko. Berkunjung karena juga lagi bersepeda di sekitar penginapan saya. Dan saya melihat Ratu Boko sebagai destinasi yang well organized terutama dalam lingkungan dan kebersihannya. Ini salah satu kunjungan berkesan bagi saya pribadi,” jelas wisatawan asal Tangerang ini.

Editorial Team