Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Waduh, Pemkab Bantul Tak Punya Dana Tangani Penyakit Mulut dan Kaki

Waduh, Pemkab Bantul Tak Punya Dana Tangani Penyakit Mulut dan Kaki
Ilustrasi ternak sapi.(IDN Times/Dok. Pribadi)
Share Article

Bantul, IDN Times -‎ Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul menyatakan jumlah ternak suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus melonjak. Pada hari Rabu (1/6/2022) terdapat 88 ternak, satu hari kemudian melonjak hingga 272 ternak. Sedangkan ternak yang dinyatakan positif PMK berdasarkan hasil laboratorium BBVet Wates terdapat 13 ekor.

1. Pemkab Bantul tidak memiliki anggaran untuk penanganan PMK

Ilustrasi membuat anggaran (pexels.com/Karolina Grabowska)
Ilustrasi membuat anggaran (pexels.com/Karolina Grabowska)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo mengaku jumlah ternak suspek PMK dimungkinkan akan terus bertambah layaknya pandemik COVID-19, yang penularannya tidak terlihat namun setelah diperiksa ternyata positif.

Permasalahan bertambah saat ini Pemkab Bantul tidak memiliki anggaran untuk penanganan PMK.  

"Permasalahan bertambah pelik karena anggaran untuk penanganan PMK di DKKP Bantul sangat terbatas bahkan tidak ada anggaran karena wabah PMK ini sebelumnya tidak diprediksi. Dalam APBD tidak dianggarkan," ujarnya di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Segoroyoso, Kapanewon Pleret, Bantul, Jumat (3/6/2022).

Berbeda dengan anggaran pandemik COVID-19 yang bisa menggunakan anggaran belanja tak terduga, maka anggaran tersebut dapat digunakan untuk penanganan PMK jika dinyatakan sebagai kejadian luar biasa atau KLB.

"Kita butuh vitamin hingga obat-obatan yang jumlahnya cukup banyak dan itu butuh anggaran yang besar. Kita tidak memiliki cukup dana untuk pengadaan obat-obatan hingga vitamin guna mengobati ternak yang terpapar PMK hingga sembuh," imbuh Joko.‎

2. Optimis stok sapi akan cukup untuk Idul Adha

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan ternak sapi oleh petugas.(IDN Times/Daruwaskita)
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan ternak sapi oleh petugas.(IDN Times/Daruwaskita)

Menjelang Idul Adha, Joko mengaku optimis kebutuhan ternak untuk kurban di Bantul masih mencukupi dengan catatan hewan sapi yang dipelihara peternak di Bantul tidak dijual ke luar daerah.

"Namun untuk kebutuhan kambing atau domba dipastikan harus didatangkan dari luar Bantul untuk kebutuhan Idul Adha," ujarnya.

3. Anggaran penanganan PMK akan diajukan di APBD Perubahan 2022‎

Ketua Komisi B, DPRD Bantul, Wildan Nafis(baju putih).(IDN Times/Daruwaskita)
Ketua Komisi B, DPRD Bantul, Wildan Nafis(baju putih).(IDN Times/Daruwaskita)

Ketua Komisi B, DPRD Bantul, Wildan Nafis mengaku prihatin dengan penularan PMK yang terus meluas di wilayah Bantul. Padahal menjelang Idul Adha dipastikan akan banyak ternak yang dibutuhkan untuk korban. 

"Kita tidak ingin 272 ternak yang terpapar itu menularkan kepada ternak yang lainnya. Kebijakan yang dilakukan dari instansi terkait mulai dari menutup mobilitas ternak di Bantul hingga pengobatan harus dituntaskan," katanya.

Komisi B meminta kepada DKPP Bantul untuk membuat usulan pada APBD Perubahan agar mengajukan anggaran untuk pembelian obat-obat, vitamin hingga kebutuhan lainnya untuk penanggulangan PMK di Bantul.

"Ya Insya Allah dalam APBD Perubahan 2022 ini akan kita kawal dan perjuangkan agar ada tambahan anggaran untuk penanganan wabah PMK," ujar politisi PAN ini.‎

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More

Kejati Geledah Kantor Dinkop dan UMKM DIY, Ini Penjelasan Pemda DIY

26 Jun 2026, 17:20 WIBNews