Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Vaksinasi Capai 85,5 Persen, Dinkes Sleman: Herd Immunity Aman Asal Prokes Diterapkan

Vaksinasi Capai 85,5 Persen, Dinkes Sleman: Herd Immunity Aman Asal Prokes Diterapkan
Default Image IDN
Share Article

Sleman, IDN Times - Capaian vaksinasi COVID-19 Kabupaten Sleman mencapai 85,5 persen untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua tercatat sebanyak 65,5 persen dan vaksinasi booster untuk tenaga kesehatan telah mencapai 104,8 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama mengatakan berdasarkan persentase capaian vaksinasi, herd immunity di Kabupaten Sleman telah tercapai. Agar kasus COVID-19 tidak melonjak protokol kesehatan tetap dijalankan.

"Sebenarnya herd immunity di Sleman telah tercapai. Kalau melakukan prokes sudah aman," ungkapnya pada Selasa (26/10/2021).

1. Harus awasi pendatang dan pekerja migran

Ilustrasi masyarakat melakukan perjalanan luar kota (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Ilustrasi masyarakat melakukan perjalanan luar kota (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Selain protokol kesehatan, kedatangan pendatang dari luar daerah serta pekerja migran menjadi perhatian. Meskipun saat ini dilakukan penyekatan di wilayah perbatasan, namun untuk kendaraan pribadi, terkadang masih bisa lolos dari penjagaan.

"Hati-hati di Sleman banyak pekerjaan migran. Kalau ada yang datang dari luar negeri, meskipun sudah disortir di pusat, tapi harus diawasi di lingkungan masing-masing," ujar Cahya.

2. Jika ditemukan orang dengan indikator hitam, harus segera ditindaklanjuti

ilustrasi aplikasi PeduliLindungi (IDN Times/Hana Adi Perdana)
ilustrasi aplikasi PeduliLindungi (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Cahya meminta tak hanya penerapan PeduliLindungi yang perlu diperhatikan, dirinya meminta petugas segera menindaklanjuti temuan orang dengan indikator hitam di aplikasi.

"Diminta yang sudah menggunakan skrinning PeduliLindungi betul-betul dikawal, kalau tidak nanti repot. Jadi ketika menemukan orang dengan indikator hitam, harus koordinasi dengan wilayah setempat. Harus ditindaklanjuti," katanya.

3. Jumlah pasien COVID-19 dengan gejala berat berkurang

ilustrasi ruang isolasi (ANTARA FOTO/REUTERS/Marko Djurica)
ilustrasi ruang isolasi (ANTARA FOTO/REUTERS/Marko Djurica)

Cahya memaparkan jumlah pasien COVID-19 ke rumah sakit telah jauh berkurang. Kebanyakan pasien yang datang hanya bergejala ringan. Hal ini dikarenakan efek vaksin yang sudah mulai bekerja untuk menghambat gejala COVID-19 berat.

"Begitu juga dengan isoter, persentase keterisian pasien rendah. Hanya ada enam pasien di isoter, meliputi empat pasien di seelter Asrama Haji dan dua pasien di Gemawang," paparnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
Siti Umaiyah
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More

Wamen Pertanian Sudaryono Bantah Kabur dari Diskusi di UGM

16 Jun 2026, 12:50 WIBNews