Uji Coba Bahan Bakar B50 untuk Kereta Api, PT KAI Klaim Hasilnya Baik

- KAI bersama pemerintah menguji coba bahan bakar biodiesel B50 pada lokomotif dan genset secara bertahap untuk memastikan kesiapan implementasi nasional tanpa mengganggu operasional kereta.
- Hasil awal uji coba menunjukkan performa mesin yang baik, dengan dukungan penuh dari Daop 6 Yogyakarta dalam pengawasan dan koordinasi agar layanan tetap optimal.
- B50 yang terdiri dari campuran solar dan biodiesel diharapkan memperkuat ketahanan energi, menekan emisi, serta memberi manfaat ekonomi dan lingkungan bagi sektor transportasi perkeretaapian.
Yogyakarta, IDN Times – Bahan bakar biodiesel mulai B50 diujicobakan di kereta api. Uji coba penggunaan B50 pada lokomotif dan genset kereta api dilakukan secara bertahap dan terukur.
Direktur Pengelolaan Sarana & Prasarana KAI, Heru Kuswanto menyampaikan, uji coba untuk memastikan kesiapan implementasi B50 secara nasional, pemerintah melaksanakan uji coba komprehensif di berbagai sektor seperti otomotif, alat mesin dan pertanian (Alsintan). Selain itu alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik termasuk sektor perkeretaapian yang memiliki karakteristik operasional khusus serta konsumsi bahan bakar diesel yang tinggi.
“Uji coba ini mencakup pengujian kualitas bahan bakar, mutu pelumas, serta kinerja dan ketahanan mesin, baik pada genset maupun lokomotif,” ungkap Heru, Senin (27/4/2026).
1. Masuk tahap uji coba genset

Heru menambahkan uji coba penggunaan B50 pada lokomotif dan genset kereta api dilakukan secara bertahap dan terukur, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, dan kinerja operasional.
“Kami memastikan bahwa setiap tahapan pengujian berbasis data dan dilakukan dengan pengawasan ketat agar tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan,” ujar Heru.
Untuk skema ketahanan dinamis, pengujian genset dilakukan hingga kurang lebih 2.400 jam pada lintas Jakarta–Yogyakarta, dan lokomotif diuji dalam kurun waktu kurang lebih enam bulan pada lintas Jakarta–Surabaya.
2. Uji coba menunjukkan performa yang baik

Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menyampaikan hasil awal pengujian menunjukkan performa yang baik, sehingga memberikan optimisme terhadap kesiapan implementasi B50 secara lebih luas di sektor transportasi, khususnya perkeretaapian.
“Kami juga memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai dengan prosedur dan tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan kereta api,” jelas Feni.
3. Uji coba sejak tahun lalu, penggunaan 850 dimulai 1 Juli 2026

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) lakukan uji coba penggunaan bahan bakar B50 pada mesin diesel kereta api, salah satunya di PUK Lempuyangan, Kota Yogyakarta.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Alistiani Dewi mengatakan, uji penggunaan B50 sudah dilakukan sejak tahun lalu, sebagai kesiapan penggunaan B50 yang dimulai 1 Juli 2026. Uji jalan untuk real condition dimulai sejak 9 Desember 2025, dan sudah melalui rangkaian uji teknis laboratorium.
"Jadi sejak 9 Desember kita sudah mulai seluruh rangkaian dari uji pelaksanaan di otomotif, di pertambangan, di alat pertanian, di perkapalan, di genset, dan terakhir ini uji di perkeretaapian karena harus nunggu Lebaran selesai. Jadi baru kali ini kita uji untuk yang kereta," katanya dikutip Antara.
B50 merupakan campuran 50 persen bahan bakar minyak jenis solar (B0) dan 50 persen biodiesel (B100) berbasis minyak nabati. Selain mendukung ketahanan energi, implementasi B50 juga diharapkan memberikan berbagai manfaat strategis, seperti penghematan devisa negara, peningkatan nilai tambah sumber daya domestik, penciptaan lapangan kerja, serta penurunan emisi gas rumah kaca.
















