Yogyakarta, IDN Times - Jalan Malioboro di Yogyakarta dipenuhi dengan kibaran bendera putih. Padahal, tak ada acara atau kegiatan yang digelar di pusat ekonomi Kota Yogyakarta, karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) melarang adanya acara diselenggarakan.
Bendera putih sengaja dikibarkan pelaku usaha di Malioboro karena mereka sudah menyerah dengan kondisinya saat ini. Selama kebijakan PPKM diberlakukan yang berimbas pada penutupan kawasan Malioboro, membuat pelaku usaha kehilangan mata pencaharian.
Selain mengibarkan bendera putih, pelaku usaha yang terdiri dari UMKM, pedagang asongan, dan pengemudi taksi yang biasa mengais rezeki di Malioboro menumpahkan keluh kesahnya di Gedung DPRD DIY yang masih berada di kawasan tersebut.
Banjir air mata terjadi saat pelaku usaha itu mengungkapkan curahan hati (curhat) ke wakil rakyat.
