Empat guru besar yang dikukuhkan memiliki kepakaran dalam berbagai bidang. Empat guru besar yang dikukuhkan yakni Prof. Ishafit, di bidang Pembelajaran Fisika Berbasis Laboratorium dan ICT, Prof. Yudi Ari Adi, di bidang Pemodelan Matematika Interaksi Populasi, Prof. Fatwa Tentama, di bidang Psikologi Kerja, Organisasi, dan Kewirausahaan, serta Prof. Wajiran, di bidang Kritik Sastra.
UAD Kembali Kukuhkan 4 Guru Besar, Kini Punya 50 Profesor

- Universitas Ahmad Dahlan mengukuhkan empat guru besar baru dalam Sidang Terbuka Senat, menambah total menjadi 50 profesor dengan keahlian di bidang fisika, matematika, psikologi, dan sastra.
- Rektor UAD Prof. Muchlas menyebut jumlah tersebut sebagai yang terbanyak di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Indonesia, serta menegaskan komitmen akselerasi jabatan akademik.
- Para guru besar diminta menjaga marwah akademik Muhammadiyah dengan tetap produktif menghasilkan karya ilmiah dan menjadi teladan bagi dosen serta mahasiswa lainnya.
Yogyakarta, IDN Times - Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Pengukuhan Guru Besar di Amphitarium Gedung Utama Kampus IV UAD, Sabtu (25/4/2026). Empat guru besar yang dikukuhkan menambah total jumlah guru besar di UAD menjadi 50 orang.
1. Miliki 50 guru besar
Sidang dibuka secara resmi oleh Ketua Senat UAD, Prof. Dwi Sulisworo, yang dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia oleh Farid Setiawan, mengenai kenaikan jabatan akademik tersebut. Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Ketua Senat UAD Prof. Dwi Sulisworo didampingi Rektor UAD Prof. Muchlas.
Prof. Dwi Sulisworo dalam sambutannya berpesan agar gelar yang didapat mampu memberi manfaat dan kesejahteraan bagi umat manusia. “UAD sudah memiliki 50 guru besar. Semoga bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga umat manusia,” tuturnya.
2. Jumlah guru besar terbanyak di lingkungan PTMA

Sementara Prof. Muchlas mengungkapkan kebanggaannya, karena tiga dari keempat guru besar ini merupakan alumni dari UAD. Jumlah guru besar UAD saat ini merupakan yang terbanyak di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Indonesia, dan terdapat sebanyak 150 lektor kepala.
“Kami akan terus mengikuti arahan dari Majelis Diklitbang PP Muhammadiyah maupun dari BPH untuk terus melaksanakan program-program akselerasi lektor kepala dan guru besar sehingga UAD dapat dijadikan sebagai rujukan perguruan tinggi khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah di Indonesia,” kata Prof. Muchlas.
3. Diharap tetap produktif menghasilkan karya

Prof. Muchlas juga berpesan kepada guru besar yang baru dikukuhkan agar menjaga marwah akademik di Persyarikatan Muhammadiyah, khususnya di UAD. “Jangan berhenti menghasilkan karya produktif, walaupun sudah guru besar, penelitian, karya ilmiah, paten, jangan ditinggalkan,” ucap Prof. Muchlas.
Prof. Muchlas juga mengingatkan agar para guru besar bisa menjadi panutan rekan dosen lainnya dan para junior. “Jangan menunjukkan arogansi akademik,” pesan Prof. Muchlas.
Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Mahfud Sholihin mengucapkan selamat atas capaian guru besar. Ia mengatakan setelah menjadi guru besar, nantinya akan semakin banyak aktivitas yang dilakukan. Diharap juga UAD bisa terus berkolaborasi dengan Majelis Diktilitbang.
















