Dengan adanya kepastian produk masker tersebut dibeli oleh pemerintah dan nantinya disalurkan kembali ke masyarakat maka para tukang jahit ini akan bergeliat lagi.
"Sekarang jumlah penduduk di Bantul ini kan hampir 1 juta. Nah kalau pemerintah memesan 20 persennya saja para tukang jahit ini pasti ekonominya bergeliat lagi," ungkapnya.
Istri dari Bupati Bantul Suharsono ini juga mengakui PKK sendiri tidak punya anggaran yang besar untuk memberi dukungan modal apalagi membeli produk masker kain dari para tukang jahit di seluruh Bantul ini. Namun pemerintah masih bisa mengalokasikan anggaran untuk pembelian masker dan dibagikan geratis kepada warga yang membutuhkan.
"Harga masker juga pasti akan terjangkau, masih dalam kisaran Rp 5 ribuan dan itu sangat berguna dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19," ungkapnya.
"Nanti saya juga akan matur bapak (Bupati Bantul) agar aspirasi dari pengurus PKK Kabupaten Bantul ini segera direspon dan ditindaklanjuti," tambahnya lagi.