Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Novita Krisnaini. IDN Times/Siti Umaiyah
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Novita Krisnaini menjelaskan jika awal mula tukang kredit tersebut diketahui positif COVID-19 lantaran yang bersangkutan melakukan rapid test mandiri. Dari rapi test tersebut, diketahui reaktif dan dilanjutkan swab dengan hasil positif.
"Ada kebijakan dari Pasar Pakem kalau orang yang kerjanya sering keliling dari pasar ke pasar diharuskan rapid test. Kalau yang bersangkutan rapid test mandiri dan kebetulan konangan (ketahuan, red) reaktif, kemudian diteruskan," paparnya.