Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tiga Pemudik Asal Sleman yang Ditolak Warga Kini Bisa Pulang ke Rumah

Tiga Pemudik Asal Sleman yang Ditolak Warga Kini Bisa Pulang ke Rumah
Penghuni shelter Asrama Haji saat dijemput Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dusun setempat. Dok: istimewa
Share Article

Sleman, IDN Times - Tiga orang warga Sleman yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) yang sebelumnya dikarantina di Asrama Haji hari ini bisa pulang ke kampung halamannya.

Sebelumnya, ketiga warga tersebut baru pulang dari luar kota dan ketika ingin kembali ke rumah, ketiganya sempat mengalami penolakan dari warga sekitar.

1. Ketiganya merupakan pemudik

Ilustrasi pasien COVID-19 jalani isolasi di shelter.Dok: istimewa
Ilustrasi pasien COVID-19 jalani isolasi di shelter.Dok: istimewa

Juru Bicara Tim Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala menjelaskan, ketiga warga tersebut berstatus OTG PPAT, dimana dua di antaranya merupakan pemudik dari Bekasi sedangkan satu orang lainnya pemudik dari Bima.

Menurut Shavitri, untuk dua warga yang baru mudik dari Bekasi dengan inisial MW (48) dan YP (24) diketahui beralamat di Berbah, Sleman. Keduanya mulai masuk shelter Asrama Haji sejak Jumat (11/4).

Sedangkan satu orang lain yang berinisial Sw (45), merupakan warga Tridadi, Sleman. Sw diketahui mulai masuk shelter pada Jumat (10/4).

2. Sempat ditolak warga

Penghuni shelter Asrama Haji saat dijemput Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dusun setempat. Dok: istimewa
Penghuni shelter Asrama Haji saat dijemput Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dusun setempat. Dok: istimewa

Shavitri mengungkapkan, ketiga orang tersebut sudah dijemput oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dusun yang bersangkutan. Sebelumnya, ketiganya sempat mendapatkan penolakan dari warga saat hendak kembali ke kampung halaman. Namun, setelah warga diberi edukasi, maka ketiganya saat ini sudah bisa diterima, dengan catatan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Jadi kuncinya adalah komunikasi efektif dan memahami antara semua pihak. Semoga masyarakat semakin teredukasi sehingga, ODP ringan maupun OTG dapat melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing," ungkapnya pada Minggu (12/4).

Evi menjelaskan, saat ini masih tersisa 9 orang lagi yang masih tinggal di shelter Asrama Haji, di mana 4 orang di antaranya berstatus ODP dan 5 lainnya berstatus OTG.

3. Di shelter, warga yang jalani karantina dicek kesehatannya secara rutin

Joko Hastaryo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. (IDN Times/Siti Umaiyah)
Joko Hastaryo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. (IDN Times/Siti Umaiyah)

Sementara itu, Koordinator Kesehatan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sleman, Joko Hastaryo menjelaskan, untuk memastikan kesehatan para penghuni shelter, pihaknya melakukan pengecekan kesehatan secara rutin. Selain itu, pemberian obat juga dilakukan ketiga yang bersangkutan memiliki indikasi COVID-19.

"Yang rutin tiap hari untuk vital sign, mulai dari tekanan darah, nadi, respirasi, suhu tubuh dan anamnesa sesuai format rekam medis," paparnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More

5 Keuntungan Punya Sahabat Aquarius, Setia

30 Mei 2026, 09:11 WIBNews