Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Soal Klaster Indogrosir, Bupati Sleman: Seburuk Apapun, Jangan Panik

Soal Klaster Indogrosir, Bupati Sleman: Seburuk Apapun, Jangan Panik
Default Image IDN
Share Article

Sleman, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Sleman tengah mempersiapkan berbagai kemungkinan munculnya klaster yang lebih besar berkaitan dengan kasus COVID-19 yang terjadi di swalayan Indogrosir, Mlati.

Bupati Sleman, Sri Purnomo meminta kepada seluruh pejabat kecamatan maupun yang ada di bawahnya untuk bersiap menghadapi keadaan yang lebih buruk, ketika hasil swab COVID-19 terhadap 57 karyawan Indogrosir keluar.

1. Diminta tidak panik

IDN Times/Siti Umaiyah
IDN Times/Siti Umaiyah

Sri Purnomo menjelaskan, sejak dinyatakannya puluhan karyawan Indogrosir reaktif saat dilakukan rapid test, pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi dengan cara mengisolasi karyawan yang bersangkutan di rumah sakit. Selain itu, tes swab juga sudah dilakukan beberapa hari lalu.

Bupati menjelaskan, jika nantinya hasil swab benar-benar menunjukkan karyawan yang bersangkutan positif COVID-19, maka pihaknya akan segera melakukan langkah tracing.

"Ketika 2 hari ke depan muncul positif, langsung diikuti langkah tracing. Akan melibatkan puskesmas setempat. Setelah ketemu 57 (yang belum keluar hasil swab) ada berapa yang positif, akan ditelusuri sampai pada titik yang paling bawah," ungkapnya dalam kegiatan Bupati Sleman Menyapa, Sabtu (9/5).

2. Siapkan kemungkinan terburuk

Bupati Sleman, Sri Purnomo. IDN Times/Siti Umaiyah
Bupati Sleman, Sri Purnomo. IDN Times/Siti Umaiyah

Menurut Bupati, saat ini Pemkab Sleman membutuhkan peran serta Camat, Muspika, Babinkamtibmas, Kepala Desa maupun yang lainnya untuk meredam kepanikan di masyarakat berkaitan dengan segala kemungkinan yang akan terjadi jika hasil swab karyawan Indogrosir keluar. Sri Purnomo menekankan, seburuk apapun situasinya, semua pihak dimohon untuk tidak panik dan tetap menghadapi segala situasi dengan tenang.

"Seburuk apapun kita tidak boleh panik. Seburuk apapun di situasi COVID-19 tidak boleh dihadapi dengan cara panik. Ketika panik nanti langkah akan grusa-grusu. Tapi dengan tenang, kita terus siaga dan waspada, dijalankan protap itu. Kami setiap saat siap menerima informasi dan dicari penyelesaian bersama," katanya.

3. 57 orang masih tunggu hasil test swab

Gama Swab Sampling Chamber. Dok: istimewa
Gama Swab Sampling Chamber. Dok: istimewa

Sementara itu, sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menyebutkan, sampai dengan saat ini sudah ada 346 karyawan, manajemen, SPG maupun penjaga tenant di Indogrosir yang sudah dilakukan rapid test. Dari rapid test tersebut, ditemukan sebanyak 60 orang yang reaktif.

Selanjutnya, setelah dilakukan tes lanjutan, yakni tes swab, ditemukan 3 orang yang positif COVID-19. Sedangkan untuk yang 57 orang lainnya, hasil test masih belum keluar.

"Jika ditambah hasil kemarin yang reaktif 57 orang, jumlah totalnya saat ini 60 orang yang reaktif," terangnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Siti Umaiyah
EditorSiti Umaiyah

Latest News Jogja

See More

Dukung Veda Ega, Pemkab Gunungkidul Gelar Nobar Moto3

01 Jun 2026, 09:13 WIBNews