Perahu jukung milik nelayan di Pantai Depok usai melaut. IDN Times/Daruwaskita
Dargon panggilan akrab Dardi Nugroho, mengaku telah menjual perahu yang dibelinya puluhan tahun silam dan memilih usaha rumah makan seafood. Namun kondisi ekonomi yang sulit memaksanya menjadi anak buah kapal (ABK).
"Sekarang untuk pembagian hasil tangkapan ikan antara tekong dan ABK sama saja, dengan perincian penjualan hasil tangkapan dikurangi biaya operasional. Kemudian sisanya dibagi 50 persen untuk juragan perahu dan 50 persen dibagi berdua atau bertiga untuk tekong adan ABKnya," ucapnya.
Menurut Dargon, hasil tangkapan ikan beberapa hari terakhir terbilang bagus. Nelayan berhasil menangkap ikan bawal super yang dihargai di atas Rp200 ribu per kilogram. Sedangkan ikan bawal kualitas rendah dihargai Rp100 ribu per kilogramnya.
"Ikan tidak dijual ke pasar ikan di Pantai Depok, karena pasar ikan juga sepi pengunjung. Tapi ada pedagang ikan yang datang membeli ikan bawal hasil tangkapan nelayan," ucapnya.