Sepanjang 2024 Jumlah Penumpang KA Jogja - Solo Naik 17 Persen

- Volume penumpang KAI Daop 6 Yogyakarta meningkat sepanjang tahun 2024, mencapai 5.033.929 orang.
- Stasiun Yogyakarta menjadi stasiun dengan jumlah keberangkatan penumpang tertinggi, mencapai 2.201.413 orang.
- Tingkat ketepatan waktu keberangkatan KA pada Agustus 2024 mencapai 99,85 persen, meningkat dari periode yang sama tahun 2023.
Yogyakarta, IDN Times - PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mencatat peningkatan volume penumpang sepanjang tahun 2024, dengan total 5.033.929 penumpang.
Selama periode Januari hingga September 2024, jumlah keberangkatan penumpang tertinggi tercatat di Stasiun Yogyakarta dengan jumlah penumpang mencapai 2.201.413 orang, disusul Stasiun Lempuyangan sebanyak 1.130.404 penumpang. Berikutnya, Stasiun Solo Balapan tercatat memberangkatkan 878.056 penumpang, dan Stasiun Klaten sebanyak 270.572 penumpang.
1. Peningkatan sebanyak 17 persen
Manajer Humas Daop 6 Yogyakarta Krisbiyantoro mengatakan, peningkatan jumlah penumpang dibandingkan tahun lalu menunjukkan bahwa masyarakat sudah semakin percaya pada moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama dalam bepergian
"Meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023 yaitu sebanyak 4.163.546 penumpang," kata Krisbiyantoro dalam keterangannya resminya, Rabu (9/10/2024).
2. Ketepatan waktu kereta api mencapai 99,85 persen

Selain keberangkatan, jumlah kedatangan penumpang yang turun di semua stasiun di Daop 6 Yogyakarta tercatat 5.008.317 orang atau naik 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023.
Pada Agustus 2024 tingkat ketepatan waktu keberangkatan KA yang dioperasikan KAI mencapai 99,85 persen, meningkat dari 99,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023.
Sementara itu, tingkat ketepatan waktu kedatangan pada Agustus 2024 tercatat 97,87 persen meningkat dibanding pada Agustus 2023 yakni 95,46 persen.
"Peningkatan volume penumpang ini didukung oleh perbaikan performa ketepatan waktu kereta api, baik saat keberangkatan maupun kedatangan," terang Kris.
3. Tingkatkan mutu dan kinerja

Perbaikan performa ketepatan waktu tersebut, menurut dia, dapat dicapai berkat peningkatan mutu kinerja operasional, termasuk perawatan sarana dan prasarana yang lebih baik.
"KAI terus melakukan perbaikan di seluruh lini guna meningkatkan pelayanan kepada pelanggan serta menjaga keselamatan perjalanan kereta api," pungkasnya.
















