Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Selesai Isolasi di RS, Warga Sumbersari Ditolak Pulang ke Rumah

Selesai Isolasi di RS, Warga Sumbersari Ditolak Pulang ke Rumah
Pixabay/Matryx
Share Article

Sleman, IDN Times - Sejumlah warga di Sumbersari, Moyudan Sleman melakukan penolakan terhadap tetangganya yang sudah selesai menjalani isolasi selama 10 hari di salah satu rumah sakit di Sleman.

Kepala UPTD Puskesmas Moyudan Desi Arijadi menjelaskan penolakan warga tersebut terjadi pada Rabu (5/8/2020) karena dipicu kekhawatiran jika pasien yang bersangkutan menularkan virus corona.

1. Salah satu pasien positif asimtomatik (OTG) pulang untuk jalani karantina mandiri

Ilustrasi ruang isolasi COVID-19. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Ilustrasi ruang isolasi COVID-19. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Penolakan berawal setelah salah satu pasien asimtomatik (orang tanpa gejala) akan pulang untuk menjalani karantina mandiri setelah melakukan isolasi di rumah sakit  selama 10 hari.

Menurut Desi merujuk panduan yang dikeluarkan oleh Kemenkes, aturan di Sleman tentang dengan pasien asimtomatik lebih ketat. Berdasarkan Kemenkes pasien asimtomatik bisa karantina mandiri di rumah, tapi di Sleman harus terlebih dahulu menjalani karantina di faskes selama 10 hari.

"Aturannya kan sudah jelas, di Sleman itu pasien sudah 10 hari di RS dan sisa 4 hari di rumah. Pasiennya ini tanpa gejala mungkin warga takut kalau menular," terangnya.

2. Berikan edukasi ke warga

Ilustrasi nakes APD (ANTARA FOTO/Fauzan)
Ilustrasi nakes APD (ANTARA FOTO/Fauzan)

Menurut Desi, ketika pasien pulang untuk melakukan sisa isolasi di rumah, pihaknya tidak akan begitu saja membiarkan tanpa melakukan pengawasan. Terdapat aturan khusus berkaitan dengan isolasi warga ketika sudah pulang ke rumah, seperti harus tetap menjaga jarak dengan keluarga lain, pakai masker dan sebagainya.

Adanya penolakan warga tersebut, pihaknya harus turun tangan untuk memberikan edukasi dan pemahaman agar tidak terjadi lagi penolakan.

"Kita harus mengoondisikan warga karena ada yang paham dan tidak paham. Kalau saat ini warga sudah mulai menerima dan pasien yang bersangkutan sudah pulang ke rumah," paparnya.

3. Warga tidak perlu lakukan penolakan

ilustrasi protokol kesehatan (IDN Times/Mardya Shakti)
ilustrasi protokol kesehatan (IDN Times/Mardya Shakti)

Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Novita Krisnaini menyatakan warga tidak perlu melakukan penolakan kepada pasien yang pulang ke rumah setelah menjalani isolasi di faskes, lantaran protap sudah diatur. 

"Kita sebenarnya sudah memiliki gugus tugas kecamatan dan dusun yang memberikan edukasi kepada masyarakat. Sebenarnya akhir-akhir ini masyarakat mayoritas sudah menerima," katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siti Umaiyah
EditorSiti Umaiyah

Latest News Jogja

See More

Dinas Perpustakaan Yogyakarta Gaungkan Gerakan Sumbang Buku

09 Jun 2026, 10:39 WIBNews