Erupsi Merapi 21 Juni 2020/ BPPTKG
Pada tahun 2019 hingga 21 Juni 2020, telah terjadi sebanyak 15 kali erupsi. Di tahun 2020, telah terjadi sebanyak 10 kali erupsi, yaitu:
1. 4 Januari:
Awan panas guguran Gunung Merapi tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimal 55 mm dengan durasi kurang lebih 105 detik.
2. 13 Februari:
Berdasarkan data Seismograf erupsi terjadi dengan amplitudo 75 mm dan durasi 150 detik dengan tinggi kolom sekitar 2.000 meter yang bergerak ke arah barat laut.
3. 3 Maret:
Tinggi kolom erupsi mencapai kurang lebih 6.000 meter dari puncak Merapi. Dari data seismograf menunjukkan erupsi terjadi dengan amplitudo 75 mm dengan durasi 450 detik. Arah guguran sendiri mengarah ke hulu Kali Gendol. Erupsi disebabkan pemicu yang sama seperti erupsi sebelumnya, yaitu adanya akumulasi gas.
4. 27 Maret hingga 28 Maret:
Selama kurun waktu 24 jam, Merapi mengalami erupsi sebanyak empat kali. BPPTKG menyatakan terjadi indikasi semakin dekatnya suplai magma menuju ke permukaan.
Erupsi Merapi terjadi pada hari Jumat (27/3) pukul 10.46 dan 21.26 dan Sabtu (29/3) pagi 05.21 WIB dan pukul 19.25 WIB. Dalam erupsi itu ketinggian kolomnya antara 1.000 meter hingga 6.000 meter.
5. 10 April:
Data Seismograf tercatat amplitudo 75 mm. Erupsi terjadi selama 103 detik dengan tinggi kolom mencapai 3.000 meter. Pada saat erupsi, angin mengarah ke Barat Laut atau ke arah Magelang, Jawa Tengah.
6. 21 Juni:
Merapi mengalami dua kali erupsi. Erupsi pertama terjadi pada pukul 09.13 WIB dan kedua hanya berselang 14 yaitu menit pukul 09.27 WIB.