Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sekda DIY Minta Pelamar Tak Mempercayai Joki Seleksi ASN

Sekda DIY Minta Pelamar Tak Mempercayai Joki Seleksi ASN
Sekda DIY, Beny Suharsono. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Intinya Sih
  • Sekda DIY meminta pelamar ASN tidak tergiur tawaran joki dan menegaskan kejujuran diutamakan dalam proses seleksi.
  • Saat ini Pemda DIY mengakui kekurangan jumlah ASN, dengan hanya membuka 378 formasi dari 1.000 yang diajukan sebelumnya. Untuk meminimalkan kekurangan tenaga ASN, maka dilakukan pemaksimalan teknologi dan menjalin kerja sama dengan pihak eksternal untuk menutup kekurangan ASN.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Yogyakarta, IDN Times – Sekretaris Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Sekda DIY), Beny Suharsono meminta pelamar Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak tergiur tawaran joki atau orang yang menjanjikan lolos seleksi. Ia pun menegaskan kejujuran diutamakan dalam proses seleksi.
 
“Saya pastikan tidak bisa (ada calo). Jadi integritas pertama kali ditekankan, sebelum pengumuman sudah diingatkan Pak Gubernur (Sri Sultan Hamengku Buwono X) jaga integritasmu, jaga kejujuranmu, jaga akuntabilitas,” kata Beny, Selasa (20/8/2024).

1. Minta pelamar tidak mempercayai siapapun

Ilustrasi ASN. IDN Times/ Riyanto.
Ilustrasi ASN. IDN Times/ Riyanto.

Ia menyebut pihaknya siap menerima laporan jika ditemukan joki atau oknum yang menjanjikan bisa diterima sebagai ASN.
“Saya sebutkan jangan mempercayai siapapun, penawaran ora iso (tidak bisa). Jangan percaya calo-calo, nanti kalau ada apa-apa pengaduan ke kita. Sampaikan saja,” tegas Beny.

2.Formasi dinilai ASN masih kurang

Ilustrasi ASN. ANTARA FOTO
Ilustrasi ASN. ANTARA FOTO

Beny mengakui formasi sebanyak 378 yang dibuka Pemda DIY, belum mencukupi kebutuhan yang diperlukan. Ia menyebut sebelumnya Pemda DIY mengajukan 1.000 formasi, namun tidak disetujui.
 
“Sangat tidak cukup. Jadi kalau setahun yang pensiun ada 400 – 500 orang, sudah berapa tahun gak ada penerimaan. Terakhir kan jauh sebelum pandemi, ya sekitar 5 – 6 tahun,” kata Beny.

3.Strategi mengatasi kekosongan posisi ASN

Ilustrasi ASN. (IDN Times/ Riyanto)
Ilustrasi ASN. (IDN Times/ Riyanto)

Beny menjelaskan, untuk menutup kekurangan, Pemda DIY melakukan pemaksimalan teknologi. Diharapkan teknologi bisa memperkuat proses, dan kinerja pegawai.
 
Saat ini Pemda DIY berupaya menjalin kerja sama dengan pihak eksternal, melalui sistem outsourcing, melibatkan tenaga professional dari luar. Kolaborasi juga didorong sebagai solusi kurangnya ASN. “Satu program tidak mampu ditangani satu instansi. Maka dari itu perlu kolaborasi supaya lebih ringan, karena SDM semakin habis,” kata Beny.

Share Article
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More