Kepala Seksi Promosi dan Pelayanan Informasi Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi. (dok. istimewa)
Sementara itu Kasi Promosi dan Pelayanan Informasi Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Markus Purnomo Adi, mengakui pascakejadian pecahnya jembatan kaca di Banyumas yang mengakibatkan satu korban meninggal, pihaknya memang belum mengeluarkan surat edaran terkait keselamatan wisatawan. Namun, pihaknya telah memberikan himbauan kepada pengelola destinasi wisata alam yang memiliki wahana berisiko tinggi untuk melakukan evaluasi, pemantauan, bahkan penggantian wahana tersebut.
"Sejauh ini baru himbauan agar pengelola mengecek secara rutin kelaikan wahana wisata berisiko tinggi seperti tempat swafoto di pinggir tebing," ucapnya.
Adapun terkait wahana wisata air, setelah kejadian dua wisatawan meninggal di Selopamioro Park, pihaknya juga telah meminta pengelola untuk mengutamakan keselamatan wisatawan dengan mewajibkan penggunaan rompi dan helm saat bermain kano. Pengelola juga diwajibkan memiliki kemampuan dasar penyelamatan di air atau sungai.
"Sarana dan prasarana keselamatan wisatawan harus ada dan diutamakan termasuk
kemampuan dasar penyelamatan di air bagi pengelolanya," terangnya.
Pria yang akrab disapa Ipung ini mengaku setiap kali ia mengunjungi destinasi wisata dengan wahana berisiko tinggi, ia selalu mengingatkan pengelola untuk secara berkala memeriksa kelaikan wahana tersebut. Jika ada yang rusak, harus segera diganti demi keselamatan wisatawan.
"Misalnya spot swafoto di tebing jurang dengan menggunakan bahan kayu harus dicek kelaikannya karena kita tahu kayu tersebut lapuk atau tidak karena terkena hujan dan panas," ucapnya.