Sleman, IDN Times - Sebanyak 160 orang diduga mengalami gejala keracunan makanan di Kabupaten Sleman. Sebagian dari mereka hingga kini masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit dan puskesmas.
Santap Makanan Hajatan di Sleman, 160 Tamu Undangan Keracunan

1. Santap hidangan hajatan
Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman, mereka yang mengalami gejala keracunan sebelumnya mengonsumsi hidangan di hajatan pernikahan warga Dusun Krasakan, Lumbungrejo, Tempel, Sleman yang digelar Sabtu (8/2/2025) siang sekitar pukul 10.00-13.00 WIB.
Menurut laporan, tamu undangan baru merasakan gejala keracunan pada malam harinya sekitar pukul 19.00 WIB. "Sebagian mulai merasakan demam, pusing, menggigil, dan diare," tulis laporan TRC BPBD yang diterima Minggu (9/2/2025).
2. Jumlah warga keracunan terus bertambah
Pada hari Minggu, dilaporkan warga yang mengalami keluhan semakin banyak. Mereka harus dibawa ke rumah sakit atau puskesmas terdekat untuk menjalani pemeriksaan.
Berdasarkan laporan yang diperoleh Minggu siang, jumlah korban terhitung 130 orang. hingga hari ini Senin (10/2/2025) pukul 13.13 WIB, korban mencapai 160 orang.
3. Sebanyak 39 orang masih opname
Kepala Puskesmas Tempel I, Diana Kusumawati menyebut, dari 160 orang sebanyak 39 di antaranya menjalani opname. Sementara, 14 orang masih menjalani observasi dan 107 lainnya jalani rawat jalan.
Menurut Diana, mereka yang menjalani opname antara lain dirawat di RSUD Sleman, RS PKU Muhammadiyah Sleman, RSA UGM, RS Queen Latifa, Jogja International Hospital (JIH), Puskesmas Tempel I dan RSUD Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.