Comscore Tracker

Protes Praktik Togel, Lilik Yuliantoro Jalan Kaki Jogja ke Semarang

Ingin menyampaikan tuntutan ke Gubernur Jawa Tengah

Kota Yogyakarta, IDN Times - Bisnis perjudian toto gelap (togel) ternyata masih merajalela, diindikasikan bandar togel di Jawa Tengah masih adem ayem tanpa tersentuh oleh hukum.

Dari dugaan itu seorang pria asal Blora bernama Lilik Yuliantoro melangsungkan aksi protesnya dengan berjalan kaki dari Yogyakarta ke Semarang menuju Mapolda Jawa Tengah dan Kantor Gubernur Jawa Tengah.

1. Praktik judi togel yang merajalela melatarbelakangi aksi Lilik

Protes Praktik Togel, Lilik Yuliantoro Jalan Kaki Jogja ke SemarangIDN Times/Rijalu Ahimsa

Menurut Lilik, saat ini praktik judi togel di Jawa Tengah seakan dibiarkan begitu saja padahal sudah ada dasar hukun yang menanganinya. Berdasarkan catatan media, aparat seringkali aparat penegak hukum menangkap pelaku hanya sebatas level pengecer namun bandar togel tidak pernah diadili.

"Perjudian di wilayah kabupaten Blora sangat meresahkan tapi mungkin di situ banyak yang gak tahu. Sampai sekarang 10 tahun sudah berjalan dengan mulus, dengan omzet per hari itu Rp400 juta," tutur Lilik saat akan melangsungkan aksinya pada Selasa (14/7/2020) di Tugu Pal Putih, Yogyakarta.

Baca Juga: Gantikan Nazar Amien Rais, Lilik Rela Jalan Kaki Jogja-Jakarta

2. Sudah empat kali lakukan aksi serupa

Protes Praktik Togel, Lilik Yuliantoro Jalan Kaki Jogja ke SemarangIDN Times/Rijalu Ahimsa

Ternyata sebelum aksi jalan kakinya kali ini, Lilik sempat melakukan aksi serupa. Tercatat sudah empat kali Lilik melakukan aksi jalan kaki. 

Aksi pertama dia lakukan dengan berjalan kaki dari Blora menuju PSSI Jawa Tengah untuk menuntut permasalahan keadilan antara pemain Persikaba Blora dan Persab Brebes. Aksi kedua dilakukan untuk mengusulkan pembangunan stadion ke Gubernur Jawa Tengah. Aksi ketiga, dirinya berjalan kaki dari Blora menuju Jakarta untuk menemui Presiden Jokowi dan KPK guna mengadukan kasus-kasus korupsi yang terjadi di Kabupaten Blora, dan aksi keempat adalah aksi satire menggantikan nazar Amien Rais dengan berjalan dari Yogyakarta ke Jakarta, sekaligus menyampaikan beragam aspirasi masyarakat untuk Jokowi.

Dirinya mengaku bahwa aksi-aksinya membuahkan hasil dan tuntutan serta aspirasinya diterima oleh pemerintah.

3. Lilik berbekal uang Rp10 ribu untuk menjalankan aksinya kali ini

Protes Praktik Togel, Lilik Yuliantoro Jalan Kaki Jogja ke SemarangLilik memperlihatkan uang Rp10 ribu sebagai bekal perjalanannya - IDN Times/Rijalu Ahimsa

Menariknya, dalam aksinya kali ini Lilik hanya berbekal uang Rp10 ribu saja beserta roti, air minum, dan pakaian. Dirinya mengaku bahwa perjalanan sebelumnya banyak warga yang membantu.

"Aku hari ini cuma bawa Rp10 ribu mas, tapi bawa bekal roti sama minum. Nanti minta warga, air habis saya selalu minta mas. Saya kalau dikasih uang kadang saya hindari, saya belikan nasi lagi, saya bagikan ke tukang becak. Alhamdulillah banyak warga yang mendukung mas," ungkapnya.

Lilik yang saat ini bekerja di sebuah restoran di Yogyakarta sembari bekerja membuat patung ini mengaku bahwa dirinya diberi izin oleh atasannya untuk melakukan aksi ini selama 3 hari, sehingga Lilik mengusahakan perjalanannya bisa sampai Semarang dalam jangka waktu itu.

4. Kaki bengkak dan ancaman melalui WA menjadi tantangan bagi Lilik saat melakukan aksinya

Protes Praktik Togel, Lilik Yuliantoro Jalan Kaki Jogja ke SemarangLilik memulai perjalanannya ke Semarang dari Tugu Pal Putih, Yogyakarta - IDN Times/Rijalu Ahimsa

Lilik juga mengatakan bahwa tantangan yang dia hadapi selama aksi ini adalah kakinya yang bengkak karena berjalan terus-menerus. Tidak hanya itu ancaman juga didapat melalui pesan WhatsApp.

"Di perjalanan mungkin kaki bengkak, kalau kaki bengkak biasa lah tapi kalau udah menjurusnya ke politik beda mas. Kalau ancaman sering saya, tapi karena niat saya baik insyaAllah. Ini bahkan dua hari ini udah mulai ada itu ancaman lewat WhatsApp," tuturnya.

Dalam aksi sebelumnya, Lilik mengaku sempat tersesat karena tidak tahu jalan, sehingga kali ini dirinya tidak bisa menentukan rute jalanan yang akan dilaluinya dengan pasti karena melihat pengalaman sebelumnya, meskipun dirinya sempat berencana akan melalui Magelang dan Salatiga untuk menuju ke Semarang di aksinya kali ini.

Selain itu Lilik juga menuturkan bahwa bully-an sering dia terima karena menjalankan aksi ini, meskipun begitu Lilik mengaku ikhlas menjalaninya demi rakyat.

Baca Juga: Jenazah Naya Rivera Ditemukan, 6 Kisah Pilu Dialami Bintang Film Glee

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya