Ribuan Wisatawan Melaksanakan Tradisi Padusan di Pantai Parangtritis

Bantul, IDN Times - Satu hari menjelang bulan Ramadan, masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya mulai memadati Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta untuk melaksanakan tradisi padusan atau menyucikan diri menjelang bulan Ramadan.
Sejak pagi hingga siang ribuan warga Yogyakarta dan sekitarnya termasuk wisatawan sudah berduyun-duyun datang ke salah satu pantai di Kabupaten Bantul yang memiliki pemandangan yang cukup indah ini.
1. Sejak pagi warga dan wisatawan terus berdatangan ke Pantai Parangtritis

Komandan Search and Rescue (SAR) Pantai Parangtritis, Ali Joko Sutanto mengatakan warga dan wisatawan sejak pagi sudah berdatangan ke pantai Parangtritis bahkan menjelang siang semakin banyak.
"Kita perkirakan hingga menjelang sore nanti wisatawan dan warga yang ingin melaksanakan tradisi padusan akan semakin meningkat,"ujarnya, Minggu (5/5).
2. Seluruh anggota tim SAR diterjunkan ke lapangan

Menurutnya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti laka laut, tim SAR Pantai Parangtritis menerjunkan seluruh personelnya yang berjumlah 69 orang.
"Tim SAR akan berjaga mulai dari Pantai Parangtritis hingga Pantai Depok. Sedangkan konsentrasi warga dan masyarakat yang akan melaksanakan tradisi padusan akan terjadi di Pantai Parangtritis," tuturnya.
3. Potensi SAR turut membantu pengamanan tradisi padusan

Selain tim SAR yang melakukan pengamanan sepanjang pantai, pihaknya juga dibantu oleh Polair Polda DIY serta potensi SAR yang lainnya.
"Jadi untuk personel kita cukup karena ada bantuan dari potensi SAR yang ada di Kabupaten Bantul,"katanya.
4. Pasang rambu-rambu pada daerah yang terdapat palung

Mengantisipasi terjadi laka laut maka, tim sar sudah memasang rambu-rambu pengaman terutama pada daerah bibir pantai yang terdapat palung. Selain itu petugas SAR juga disiagakan pada daerah yang ada palungnya.
"Kita berharap wisatawan dan masyarakat yang melakukan tradisi padusan mematuhi himbauan dari petugas SAR agar tidak terjadi laka laut yang bisa berakibat fatal," ucapnya.
5. Warga asal Klaten turut melaksanakan tradisi padusan di Pantai Parangtritis

Salah satu warga asal Klaten, Jawa Tengah, Anton mengatakan dirinya bersama keluarganya sengaja jauh-jauh dari Klaten datang ke Pantai Parangtritis untuk berwisata sekaligus melakukan tradisi padusan di Pantai Parangtritis.
"Mumpung hari ini libur, saya bawa keluarga untuk berwisata ke pantai sambil melakukan tradisi padusan,"katanya.
Bagi Anton dan keluarganya, ini sudah menjadi padusan yang kedua kalinya karena jelang bulan Ramadan tahun 2018 yang lalu juga melakukan hal yang sama di Pantai Parangtritis.
"Meski pantai ini banyak palungnya dan berbahaya namun jika mengikuti arahan petugas SAR akan aman saja," terangnya.
















