Sleman, IDN Times - Mobil listrik Wuling Binguo EV resmi dipasarkan di Kota Yogyakarta dan sekitarnya mulai hari ini, Rabu (17/1/2024), dengan harga baru setelah memperoleh insentif dari pemerintah. Insentif berupa potongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen diperoleh resmi didapat pekan lalu setelah Binguo EV yang diproduksi pabrik Wuling di Cikarang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 47,5 persen.
Resmi Mengaspal di Jogja, Wuling Binguo EV Tuju Pasar Ekspor
1. Paling terjangkau di kelasnya
PR Manager Wuling Motors Brian Gomgom mengatakan, dengan insentif PPN tersebut maka konsumen bisa memilikinya Binguo EV dengan estimasi harga Rp323 juta hingga Rp378 juta untuk tiga varian tersedia.
Varian teratas adalah Premium Range AC DC dengan jarak tempuh 410 kilometer. Varian tengah yakni Long Range AC DC dengan jarak tempuh 333 kilometer dan selanjutnya varian baru, Long Range AC.
Dengan nilai itu, Binguo EV lebih murah bila dibandingkan kompetitornya seperti MG yang menjual 4 EV seharga Rp433 juta dan ZS EV Rp453 juta (400 km) atau Neta V seharga Rp379 juta (401 km).
"Apakah harga ini yang termurah untuk di kelas dan spesifikasinya, untuk saat ini kita bisa percaya diri untuk mengatakan demikian. Jadi, sesuai dengan spesifikasi dan di segmennya ini punya fitur terbanyak tapi terjangkau," kata Brian di Grand Atrium, Pakuwon Mall Jogja, Rabu (17/1/2024).
Di samping desain eksterior yang unik dan kabin lebih luas dari Air EV, Binguo EV dibekali fitur unggulan seperti dua Airbags, ABS, EBD, ESC, EPB, AVH, ISOFIX, Traction Control, Rear Wheel Antilock, Emergency Stop Signal, Sound Module for Pedestrian Warning, Rear Parking Sensor & Camera, Creeping Function, deep-sink trunk 790 litre, single reduction gear transmission, dan Cruise Control.
Kata Brian, Binguo EV ini menggendong baterai Lithium Ferro-phosphate (LFP) dengan rating IP67 untuk perlindungan air dan debu. Varian Premium Range AC DC membawa baterai berkapasitas 37,9 kWh, sedangkan varian 333 kilometer ukuran baterainya 31,9 kWh.
Binguo EV dipasarkan dalam tiga pilihan warna. Antara lain Milk Tea dan Mousse Green yang dipadukan dengan interior bernuansa cokelat dan putih, serta Galaxy Blue dengan nuansa kabin hitam dan putih.
2. Optimis bersaing, mulai tren garansi seumur hidup
Setelah mobil listrik pabrikan asing kompetitor melakukan penyesuaian harga, Brian masih optimistis Binguo EV tetap mampu kompetitif di kelasnya, baik tingkat nasional maupun daerah seperti Yogyakarta dan sekitarnya.
"Optimisme EV di Indonesia itu sangat cepat sekali," kata Brian.
Brian menuturkan, Wuling percaya diri melihat rekam jejak penjualan di mobil listrik pertama mereka, Air EV yang terjual sangat cepat.
"Dibandingkan yang lain, kami percaya diri di mana kami sudah punya 150 dealer, kami mempunyai pabrik di Cikarang yang saat ini bisa dibilang pabrikan mobil listrik terbaik. TKDM kami juga sudah 75 persen. Itu menunjukkan kami siap secara manufacturing dan di dealer kami juga sudah siap melayani," papar Brian.
Wuling juga memberikan masa garansi baterai seumur hidup untuk model Binguo EV yang baru saja meluncur bulan lalu. Masa garansi selama itu merupakan pertama diterapkan di Indonesia yang dianggap mampu meredam kekhawatiran konsumen soal pemakaian baterai sebagai komponen termahal pada EV.
Garansi Lifetime Core EV Component Warranty dari Wuling tak hanya pada baterai, namun mencakup komponen inti lainnya, yaitu motor penggerak elektrik dan motor control unit.
"Dengan adanya Binguo, itu juga memperkuat bahwa memang kami sudah siap membawa Indonesia ke ranah mobil listrik," tegas Brian.
3. Siap susul Air EV jajaki pasar mancanegara
Lebih jauh, Brian juga menyatakan kesiapan Wuling menjajaki pasar internasional. Dia berujar saat ini sudah ada beberapa negara yang menyatakan ketertarikannya akan Binguo EV buatan Indonesia.
Kendati demikian, Brian tak menyebut negara mana saja yang dimaksud. Ia juga enggan membeberkan rencana lebih jauh soal ekspansi produk ke luar negeri ini.
Apabila terealisasi, maka Binguo EV akan mengikuti jejak Air EV yang sejak tahun lalu sudah dikirim ke Thailand, Fiji, Nepal, Hong Kong, Jepang, Brunei Darussalam, Tanzania, Bangladesh, Uganda, serta Mauritius.
"Ya benar, memang ini nanti ada ekspor. Tapi, kapannya dan negara tujuannya kami belum bisa informasikan," imbuhnya.