Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Polres Bantul Gelar Operasi Keselamatan Progo 2026 hingga 15 Februari

Apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Progo 2026 di halaman Mapolres Bantul. (Dok. Polres Bantul)
Apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Progo 2026 di halaman Mapolres Bantul. (Dok. Polres Bantul)
Intinya sih...
  • Operasi Keselamatan Progo 2026 fokus pada edukasi dan pencegahan
  • Kapolres menekankan pentingnya tindakan preventif dan penegakan hukum melalui sistem elektronik (ETLE) serta teguran simpatik
  • Polres Bantul mencatat 140 kasus kecelakaan lalu lintas dengan 10 orang meninggal selama bulan Januari 2026
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Kepolisian Resor (Polres) Bantul hari ini memulai Operasi Keselamatan Progo 2026 selama 14 hari, hingga tanggal 15 Februari 2026. Operasi Keselamatan Progo 2026 sebagai langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan dan meningkatkan disiplin berlalu lintas di wilayah Bumi Projotamansari.

Berdasarkan data analisa dan evaluasi Satlantas Polres Bantul sepanjang tahun 2025, angka pelanggaran di Bantul masih berada di level yang mengkhawatirkan. Tercatat 126.154 pelanggaran didominasi 80.388 teguran, 40.586 tindakan tilang. 2.230 kasus kecelakaan, dan 149 orang meninggal dunia.

‎"Sebanyak 240 personel gabungan dikerahkan untuk menyisir titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan selama  Operasi Keselamatan Progo 2026 berlangsung," ungkap ‎Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto, Senin (2/2/2025).


1. ‎Operasi Keselamatan Progo 2026 tekankan sisi edukasi

‎Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto. (Dok. Polres Bantul)
‎Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto. (Dok. Polres Bantul)

AKBP Bayu menambahkan operasi menitikberatkan sisi edukasi yakni 40 persen dengan sosialisasi dan edukasi kepada pengendara. Kemudian 40 persen tindakan preventif pengaturan dan penjagaan di titik rawan, serta 20 persen gakkum, yaitu menegakan hukum melalui sistem elektronik (ETLE) dan teguran simpatik.

‎"Fokus utama petugas adalah menangani segala bentuk potensi gangguan yang dapat memicu kemacetan dan pelanggaran lalu lintas. Kami mengedepankan tindakan yang humanis tapi tetap tegas sesuai aturan," tandasnya.

2. ‎4 instruksi khusus bagi personel di lapangan ‎

Apel gelar pasukan operasi keselamatan Progo 2026 di halaman Mapolres Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)
Apel gelar pasukan operasi keselamatan Progo 2026 di halaman Mapolres Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

Kapolres juga memberikan empat instruksi khusus bagi personel di lapangan. Ia meminta petugas melakukan tugas sebagai ibadah, menjaga kesehatan, serta menerapkan buddy system demi keselamatan diri. Ia pun berpean agar tidak ada anggota yang melakukan tindakan kontraproduktif.

"Saya tekankan agar seluruh personel bekerja secara profesional dan humanis. Hindari tindakan yang dapat merusak citra institusi Polri. Publikasikan kegiatan positif agar kepercayaan publik terjaga dan masyarakat teredukasi secara luas," pungkasnya.

3. ‎Awal tahun terjadi 140 kasus laka lantas dengan 10 orang meninggal ‎

Polisi lakukan olah TKP kecelakaan lalu lintas. (Dok. Polres Bantul)
Polisi lakukan olah TKP kecelakaan lalu lintas. (Dok. Polres Bantul)

Selama Bulan Januari 2026, Polres Bantul mencatat sebanyak 10 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di di Bumi Projotamansari. Tingginya angka kematian dipicu minimnya kesadaran pengendara dalam berbagi ruas jalan, dan kurangnya toleransi antar-pengguna jalan.‎

‎Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hadiyanto mengatakan pada periode tanggal 1-26 Januari, pihaknya mencatat terjadi 140 kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban mengalami luka-luka ringan hingga berat dengan kerugian material mencapai Rp96 juta.

‎Rita menambahkan tiga faktor utama penyebab laka lantas, yakni manusia (human error), kondisi jalan, dan kelaikan kendaraan. Faktor manusia tetap menjadi penyumbang tertinggi, terutama dalam kasus kecelakaan tunggal atau lepas kendali.

‎"Secara teori, faktor manusia memang lebih tinggi. Kebut-kebutan di jalan yang sempit atau tikungan yang bergelombang memicu terjadinya lepas kendali. Ini menjadi bahan analisa dan evaluasi (anev) kami ke depan," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jogja

See More

Polres Bantul Gelar Operasi Keselamatan Progo 2026 hingga 15 Februari

02 Feb 2026, 23:37 WIBNews