Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Politisi Gerindra dan PKB Tertinggi dalam Polling Calwalkot Jogja 2024

Politisi Gerindra dan PKB Tertinggi dalam Polling Calwalkot Jogja 2024
Ilustrasi pemimpin (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Intinya Sih
  • Dua politisi Gerindra dan PKB mendominasi polling pemilih muda sebagai calon wali kota Yogyakarta.
  • Hasil polling menunjukkan Krisma Eka Putra (Gerindra) meraih 44,1%, diikuti Sholihul Hadi (PKB) 41,2%.
  • Polling dilaksanakan secara daring oleh Institute Potensi Indonesia dengan partisipasi 7.021 suara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Dua politisi dari Gerindra dan PKB mendulang suara mayoritas dalam jajak pendapat pemilih muda sebagai kandidat yang diusulkan menjadi calon wali kota jelang Pilkada 2024 Kota Yogyakarta.

Jajak pendapat atau polling dilaksanakan oleh Institute Potensi Indonesia (IPI), lembaga kajian, penelitian yang berbasis di Sambilegi Kidul, Maguwoharjo, Depok, Sleman.

1. Krisma Eka dan Solihul Hadi

Ilustrasi survei (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Ilustrasi survei (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Hasil polling menunjukkan lima besar peraih suara terbanyak, yakni Krisma Eka Putra (Gerindra) sebanyak 44,1 persen; lalu Sholihul Hadi (PKB) mendapatkan suara 41,2 persen; ketiga, Susanto Dwi Antoro (PDIP) memperoleh 5,8 persen; keempat, Nasrul Khoiri (PKS) sebanyak 4,8 persen dan R. Candra Akbar Ishmata pada urutan kelima mengantongi 1,9 persen.

Pada urutan keenam, ada Indaruwanto Eko Cahyono (PAN) sebesar 1,5 persen; ketujuh, Muhammad Helmi Rakhman (Demokrat) 0,4 persen; berikutnya, R. Stevanus Christian Handoko (PSI) 0,3 persen.

Sedangkan tiga sosok muda lainnya, yakni Selmadena Aquilla (Ummat), Dwi Candra Putra (Nasdem), serta I Dewa Putu Adhi Yogana (PPP) sama-sama mengantongi mendapatkan 0,2 persen.

"Sebagian besar kandidat yang dipilih dalam survei itu bukan mereka yang kemarin ikut mendaftarkan diri ke partai-partai untuk Pilkada 2024," kata Direktur IPI, Basyit, Jumat (10/5/2024).

2. Kelompok partisipan survei 17-45 tahun

ilustrasi iklan (freepik.com/stories)
ilustrasi iklan (freepik.com/stories)

Polling oleh IPI dilaksanakan secara daring melalui metode menyebarkan polling kepada kelompok umur 17-45 tahun di Kota Yogyakarta pada 1-5 Mei 2024.

Sementara tingkat partisipasi pemberi vote dalam survei itu mencapai 7.021 suara atas sebelas nama yang disodorkan sebagai pilihan jawaban. Sampling error polling ini sebesar 3 persen. Basyit mengatakan, pihaknya menggandeng komunitas anak-anak muda dan kemahasiswaan dalam polling ini.

Menurut Basyit, nama-nama sosok yang disodorkan diambil berdasarkan penelusuran profil masing-masing nominator menyangkut tanggal lahir serta rekam jejak atau kiprah perpolitikannya di Kota Yogyakarta.

Polling menuliskan batasan pertanyaan 'Siapakah figur-figur muda calon walikota Yogya periode 2024-2029 dengan kategori usia 25 tahun-45 tahun dari unsur partai politik pilihan Anda?'. Menurut Basyit, dipilihnya kategorisasi sosok usia muda dimaksudkan guna mengetahui peta potensi kepemimpinan dari kalangan muda.

"Maka kami tertarik untuk melakukan polling dengan batasan pilihan figur masih usia berusia rentang 25 tahun hingga 45 tahun," jelas Basyit.

3. Gambaran Pilkada, PKB tetap berpegang dhawuh kyai

Ilustrasi logo PKB. (Dok. PKB)
Ilustrasi logo PKB. (Dok. PKB)

Basyit menambahkan, polling ini paling tidak mampu memberikan gambaran permulaan untuk selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan melakukan survei tatap muka kepada lima nama teratas.

Kata dia, rencananya juga akan dilakukan pengembangan nama-nama yang telah beredar di publik.

"Bulan Juni-Juli ini kami rencanakan akan adakan survei secara langsung, tatap muka dengan mendatangi warga Kota Yogyakarta," imbuhnya.

Dari hasil polling lima nama teratas, Sholihul Hadi dari PKB yang mendapatkan suara 41,2 persen adalah sosok pendatang baru. Pada pemilu legislatif terakhir, ia berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Kota Yogyakarta periode 2024-2029 setelah parpolnya absen 20 tahun di parlemen Kota Yogyakarta.

"Untuk survei ini kami belum bisa merespons apapun, karena dalam politik kami sebagai santri tetap berpegang pada dhawuh (instruksi) kiai. Jadi, sampai detik ini kami masih tetap bergerak di jalur parlemen, belum ada perubahan," imbuh Solihul.

Share Article
Topics
Editorial Team
Tunggul Damarjati
EditorTunggul Damarjati

Latest News Jogja

See More