Ilustrasi perampokan. (IDN Times/ Agung Sedana)
Peristiwa perampokan terjadi pada Jumat (13/9/2024) dini hari. Markas Damkar Godean saat itu hanya dijaga seorang petugas piket, tiga angggota lainnya menuju ke sebuah lokasi setelah mendapatkan telepon yang berisi permintaan evakuasi ular masuk rumah.
Belakangan diketahui panggilan darurat itu palsu alias fiktif. Setelah tiga petugas meninggalkan markas, datang enam orang yang membawa senjata tajam berupa celurit.
Mereka meminta petugas piket berinisial T yang tersisa di markas, untuk menyerahkan tas berisi uang tunai serta ponsel miliknya. Setelah itu, T disekap di salah satu kamar kantor.