Polda DIY Pasang Face Recognition untuk Amankan Libur Natal dan Tahun

- Kamera pengenal wajah terpasang di 7 titik wilayah DIY untuk pengamanan dan pengendalian pengunjung selama libur Natal dan Tahun Baru.
- Kamera mampu menghitung jumlah orang dalam satu kawasan, mengidentifikasi jenis kelamin, serta dapat digunakan untuk mengendalikan potensi kemacetan.
- Polda DIY menyiapkan personel pengendalian masyarakat (dalmas) dan mendirikan 17 pos pengamanan serta dua pos terpadu selama libur akhir tahun.
Yogyakarta, IDN Times - Kamera pengenal wajah atau "face recognition" telah terpasang di tujuh titik wilayah di DIY.
Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta memanfaatkan "face recognition" itu untuk mendukung pengamanan dan pengendalian pengunjung selama momen libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) di provinsi ini.
Wakapolda DIY Brigjen Adi Vivid Agustiadi menyebut kamera pengenal wajah tersebut telah terpasang di sejumlah titik wilayah di DIY. "Terdapat tujuh titik yang dipasang kamera 'face recognition'. Tentunya titiknya tidak bisa saya kasih tahu ya karena di situ akan memantau pergerakan wajah setiap orang yang masuk di wilayah itu," katanya di Bangsal Kepatihan, Senin (16/12/2024).
1. Polisi bisa langsung bertindak

Adi Vivid menjelaskan polisi akan langsung melakukan tindakan khusus apabila wajah pengunjung yang tersorot kamera dikenal sebagai buronan atau teroris. "Kalau misalnya orang ini terdata bahwa ini buronan, teroris, pasti kita langsung dapat informasi dan kita lakukan upaya mitigasi," ujar dia.
Selain itu, kamera berteknologi canggih tersebut juga mampu menghitung jumlah orang dalam satu kawasan sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan potensi kemacetan.
2. Polda petakan potensi kepadatan

Menurut Adi Vivid, selain memetakan potensi kepadatan, kamera tersebut bahkan mampu mengidentifikasi objek orang yang melintas berdasarkan masing-masing jenis kelamin.
"Kalau sudah terjadi kepadatan, terus kita alihkan. Misal di Titik Nol Yogyakarta sudah terjadi kepadatan, silakan masyarakat dialihkan. Nanti ada juga patroli jalan kaki oleh anggota polwan," terangnya.
Adi Vivid menambahkan telah menyiapkan personel pengendalian masyarakat (dalmas) untuk mengantisipasi risiko bencana di sejumlah destinasi wisata. Polda, kata Adi Vivid, telah berkoordinasi dengan relawan, Basarnas, serta BPBD.
"Kami sudah menyiapkan anggota dalmas yang biasanya mereka berhadapan dengan demonstrasi, sudah kita alihkan untuk latihan 'search and rescue'. Kami sudah ada tiga tim dan peralatan lengkap," katanya.
3. Pergerakan orang meningkat 6 persen

Adi vivid menjelaskan pergerakan orang yang keluar masuk wilayah DIY selama Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 diperkirakan mencapai 9,4 juta orang atau meningkat enam persen dari tahun lalu sebanyak 8,6 juta orang.
Menurutnya, Polda DIY bakal mendirikan 17 pos pengamanan, satu pos pelayanan, dan dua pos terpadu yang tersebar di berbagai lokasi selama periode libur akhir tahun mendatang.


















