Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pianis Ananda Sukarlan Berbagi Ilmu Musik Klasik ke Siswa SMI

Pianis Ananda Sukarlan Berbagi Ilmu Musik Klasik ke Siswa SMI
Pianis Internasional Indonesia Spanyol, Ananda Sukarlan berbagi ilmu tentang musik klasik dalam workshop di Sekolah Musik Indonesia (SMI) Jogja, Kamis (18/6/2026). (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • Ananda Sukarlan menggelar workshop di SMI Jogja untuk membangkitkan minat generasi muda terhadap musik klasik dan berbagi pengalaman internasionalnya kepada siswa serta pengajar.
  • SMI Jogja menegaskan musik klasik sebagai fondasi utama pendidikan musik, dengan fokus pada teknik dasar, notasi balok, dan repertoar klasik sebelum siswa mengeksplorasi genre lain.
  • Dalam workshop, Ananda menekankan pentingnya membaca notasi musik dan teknik bermain yang benar sebagai kunci pembelajaran instrumen klasik serta dasar bagi perkembangan musik modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Yogyakarta, IDN Times – Pianis Internasional Indonesia Spanyol, Ananda Sukarlan berbagi ilmu tentang musik klasik dalam workshop di Sekolah Musik Indonesia (SMI) Jogja, Kamis (18/6/2026). Workshop ini untuk menggairahkan minat generasi muda terhadap musik klasik, di tengah dominasi musik populer.

“Kegiatan workshop ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus pengetahuan bagi para pelajar musik, guru, hingga masyarakat umum yang ingin mendalami musik klasik. SMI menilai kehadiran Ananda menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai dasar musik klasik kepada generasi muda,” ujar Head Educator SMI Jogja, Martin Koehuan.

1. Momen langka bagi para siswa

Pianis Internasional Indonesia Spanyol, Ananda Sukarlan berbagi ilmu tentang musik klasik dalam workshop di Sekolah Musik Indonesia (SMI) Jogja, Kamis (18/6/2026). (Dok. Istimewa)
Pianis Internasional Indonesia Spanyol, Ananda Sukarlan berbagi ilmu tentang musik klasik dalam workshop di Sekolah Musik Indonesia (SMI) Jogja, Kamis (18/6/2026). (Dok. Istimewa)

Head Educator SMI Jogja, Martin Koehuan, menyebut kehadiran pianis dan komponis Ananda Sukarlan dalam workshop musik di SMI Jogja menjadi kesempatan langka bagi siswa. Para siswa bisa belajar langsung dari musisi berpengalaman internasional.

Menurut Martin, kegiatan tersebut berawal dari inisiatif Ananda Sukarlan yang sedang berada di Indonesia dan ingin membagikan pengalaman bermusik yang telah ditempanya selama puluhan tahun berkarier di Eropa.

"Tujuannya untuk membagikan ilmu dan pengalaman perjalanan musik beliau kepada kami di sini. Ini menjadi kesempatan yang sangat berharga karena tidak setiap saat kami bisa mendapatkan pembelajaran langsung dari musisi dengan pengalaman internasional seperti beliau," kata Martin.

2. Musik klasik menjadi fondasi utama

Pianis Internasional Indonesia Spanyol, Ananda Sukarlan berbagi ilmu tentang musik klasik dalam workshop di Sekolah Musik Indonesia (SMI) Jogja, Kamis (18/6/2026). (Dok. Istimewa)
Pianis Internasional Indonesia Spanyol, Ananda Sukarlan berbagi ilmu tentang musik klasik dalam workshop di Sekolah Musik Indonesia (SMI) Jogja, Kamis (18/6/2026). (Dok. Istimewa)

Martin menjelaskan, musik klasik tetap menjadi fondasi utama dalam sistem pendidikan musik yang diterapkan di SMI Jogja. Seluruh siswa terlebih dahulu dibekali kemampuan membaca notasi balok, teknik dasar bermain instrumen, hingga mempelajari repertoar klasik sebelum mengembangkan diri ke genre lain.

"Semua murid belajar musik klasik terlebih dahulu karena itu menjadi dasar. Setelah itu mereka bisa berkembang ke berbagai genre, termasuk musik populer yang memang lebih dekat dengan industri musik saat ini," ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui minat masyarakat terhadap musik klasik masih tergolong rendah. Banyak orangtua lebih akrab dengan lagu populer dibanding karya klasik, yang pada akhirnya turut memengaruhi ketertarikan anak-anak untuk mendalami genre tersebut.

Karena itu, SMI bersama Ananda Sukarlan berupaya memperluas pengenalan musik klasik sejak usia dini melalui berbagai program edukasi dan kompetisi musik. Martin menilai penguasaan teknik dasar dan teori musik menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan jika ingin melahirkan musisi dengan fondasi yang kuat.

3. Pentingnya kemampuan membaca notasi

Pianis Internasional Indonesia Spanyol, Ananda Sukarlan berbagi ilmu tentang musik klasik dalam workshop di Sekolah Musik Indonesia (SMI) Jogja, Kamis (18/6/2026). (Dok. Istimewa)
Pianis Internasional Indonesia Spanyol, Ananda Sukarlan berbagi ilmu tentang musik klasik dalam workshop di Sekolah Musik Indonesia (SMI) Jogja, Kamis (18/6/2026). (Dok. Istimewa)

Dalam sesi workshop, Ananda Sukarlan menekankan pentingnya kemampuan membaca notasi musik sebagai bekal utama bagi siapa pun yang ingin mempelajari instrumen klasik. Menurutnya, kesulitan membaca not balok umumnya hanya dirasakan pada tahap awal pembelajaran. Setelah dikuasai, kemampuan tersebut justru akan mempermudah proses belajar musik secara menyeluruh.

Selain itu, Ananda juga menyoroti pentingnya memperhatikan posisi tubuh dan teknik memegang instrumen yang benar. Teknik yang tepat memungkinkan musisi bermain dengan lebih nyaman dalam durasi panjang sekaligus meminimalkan risiko cedera.

Ia menambahkan, perkembangan musik modern tidak dapat dipisahkan dari warisan musik klasik. Banyak melodi maupun struktur nada yang digunakan dalam musik populer saat ini sejatinya berakar dari komposisi-komposisi klasik, sebelum kemudian diadaptasi menjadi karya yang lebih sesuai dengan selera zaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More