Pameran produk UMKM di JEC yang sepi pengunjung. (Dok. Istimewa)
Pemilik tenant Aneka Buah Kocok, Adi, mengatakan sepinya pengunjung dalam pameran UMKM di JEC ini menyebabkan dirinya sempat tidak membuka stan di JEC karena sama sekali tidak ada pembeli.
"Hari ke-2 pameran saya pilih nutup stan karena sama sekali tidak ada pembelinya," katanya.
Kemudian, pada hari berikutnya panitia menjanjikan akan banyak kunjungan dari peserta Pesparawi Nasional XIII. Namun setelah ditunggu juga tidak ada yang hadir.
"Hari ke-3 pameran saya hanya mengeluarkan 4 nota pembelian. Itu saja yang membeli adalah sesama pemilik stan yang ikut pameran di JEC," ungkapnya.
Meski enggan menyalahkan panitia, namun Adi mengaku kecewa dengan panitia yang sebelumnya menjanjikan ada 12-20 ribu pengunjung yang akan datang ke pameran UMKM. Dirinya pun ikut dengan membayar sewa stan sebesar Rp1 juta selama pameran berlangsung.
"Namun sampai hari ke-4 ini biaya sewa hingga bayar tenaga kerja hingga bahan baku untuk membuat minuman aneka buah kocok sama sekali belum balik modal," ungkapnya.
Adi berharap masyarakat untuk berbondong-bondong datang ke pameran UMKM yang akan berlangsung hingga tanggal 26 Juni 2022 di JEC untuk melariskan dagangan dari ratusan pelaku UMKM yang ikut pameran di JEC.
"Kita juga minta panitia Pesparawi untuk membawa rombongannya dari 34 provinsi di DIY untuk berkunjung dan melarisi produk UMKM di JEC," ungkapnya.