Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemkot Minta Warga Segera Periksa Jika Bergejala Cacar Monyet

Pemkot Minta Warga Segera Periksa Jika Bergejala Cacar Monyet
Ilustrasi orang yang terkena cacar monyet ( www.freepik.com )
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Pemerintah Kota Yogyakarta mewaspadai potensi penyakit cacar monyet atau monkeypox kendati belum ada temuan kasus. Masyarakat yang memiliki gejala menyerupai cacar monyet, diharuskan segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit.

Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo mengatakan penyakit cacar monyet sudah merambah di beberapa daerah sehingga kewaspadaan terhadap penyakit itu ditingkatkan. Sat ini total terdapat sekitar 24 kasus cacar monyet yang tersebar di DKI Jakarta, Tangerang dan Bandung.

“Jadi Pemerintah Kota Yogyakarta akan mengoptimalkan langkah-langkah antisipasi dan pencegahan penyakit cacar monyet. Sampai saat ini belum ada yang terkonfirmasi di Kota Yogyakarta terkena cacar monyet,” kata Singgih dalam jumpa pers di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (1/11/2023).

1. Pemkot Yogyakarta siapkan layanan kesehatan

Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo. (Dok. Istimewa)
Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo. (Dok. Istimewa)

Pemkot Yogyakarta menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mencegah potensi penularan cacar monyet. Singgih menyebut fasilitas kesehatan yang harus disiapkan seperti rumah sakit daerah milik Pemkot Yogyakarta dan 18 puskesmas . Masyarakat diharapkan tidak panik, tapi mewaspadai jika muncul gejala-gejala cacar monyet.

“Itu (rumah sakit daerah dan puskesmas) akan jadi garda terdepan kita untuk memberikan layanan kesehatan. Silahkan masyarakat yang mempunyai keluhan, gejala-gejala menyerupai seperti cacar monyet dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Kita terus akan meningkatkan kewaspadaan ini,” tutur Singgih 

2. Penularan cacar monyet bisa berkembang antar manusia

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani. (Dok. Istimewa)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani. (Dok. Istimewa)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani menjelaskan cacar monyet adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus cacar monyet. Penyakit ini masuk dalam kelompok zoonosis yaitu penyakit yang bisa ditularkan melalui hewan ke manusia atau sebaliknya. Namun sekarang, penularan cacar monyet sudah banyak berkembang antar manusia. Diharapkan penularan cacar monyet tidak sampai ke Yogyakarta.

“Secara klinis, gejala-gejalanya (penyakit cacar monyet) hampir sama dengan cacar air. Hanya bedanya kalau yang cacar monyet ini ada lesi cacar berupa benjolan berisi air atau nanah. Juga ada pembesaran kelenjar getah bening,” terang Emma.

Dia menyatakan penularan penyakit cacar monyet ini melalui sentuhan dengan orang maupun hewan yang terkena cacar monyet. Penularan juga bisa melalui udara saat berbicara tatap muka dan berhubungan seks dengan orang yang terkena cacar monyet. Untuk mencegah cacar monyet, hindari perilaku seks dengan banyak pasangan dan jangan berhubungan seks dengan pasangan yang menunjukan gejala ruam di kulit.

“Karena virus jadi  bisa menular lewat udara, sehingga untuk pencegahannya yang utama sebetulnya penggunaan masker. Tidak hanya untuk Covid-19, tapi semua penyakit. 3M (Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak) juga masih bisa dilakukan. Kalau memasak daging dianjurkan harus benar-benar matang. Yang utama adalah perilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya.

3. Upaya promosi kesehatan dan pembekalan kepada dokter

Jumpa pers Pemkot Yogyakarta. (Dok. Istimewa)
Jumpa pers Pemkot Yogyakarta. (Dok. Istimewa)

Emma menyampaikan  Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta berupaya lakukan promosi kesehatan dan pembekalan kepada dokter terkait cacar monyet. Termasuk penguatan surveilans dengan sistem kewaspadaan dini dan respon untuk penemuan seseorang yang mempunyai kriteria kasus cacar monyet melalui puskesmas dan rumah sakit.

Selain itu penguatan surveilans berbasis masyarakat yang dikelola oleh surveilans di 45 kelurahan di Kota Yogyakarta. “Petugas surveilans ini pengamatan terus menerus secara aktif untuk mengumpulkan informasi, berita, rumor terkait kasus penyakit di masyarakat. Termasuk cacar monyet ini dilakukan secara rutin,” tandas Emma.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More

Garuda Institute Minta Pemerintah Evaluasi BGN, Ini 7 Rekomendasinya

27 Jun 2026, 18:51 WIBNews