Kerja sama Pemkot Yogyakarta dan Pemkab Bantul kelola sampah. (Dok. Istimewa)
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan kerja sama ini akan dimulai bulan Juni 2024. Dukungan Pemkab Bantul ini akan dilakukan di Intermediate Treatment Facility (ITF) Padukuhan Sentulrejo, Kalurahan Bawuran, Kapanewon Pleret. Tempat tersebut memiliki fasilitas pengolahan sampah berteknologi modern dan telah lolos uji emisi.
"Insyaallah dengan (kerja sama) ini Pemkan Bantul tidak hanya mengolah sampah dari Bantul, karena kami diamanahi Ngarsa Dalem untuk mengelola sampah dari luar Bantul juga yakni dari Kota (Yogyakarta)," ujar Halim.
Pembangunan infrastruktur ITF Bawuran diperkirakan akan selesai pada akhir Mei 2024. Sehingga, pada awal Juni 2024 direncanakan sudah dapat dioperasionalkan. Lebih lanjut, Halim menjelaskan sampah dari Kota Yogyakarta itu akan dilakukan pemilahan, kemudian dikarbonasi untuk sampah yang bersifat residual.
"Dengan demikian sampah akan selesai, tuntas di tempat itu dan Insyaallah akan kita tingkatkan skala dan kapasitasnya," jelas Halim.
Diketahui kapasitas ITF Bawuran bisa mencapai 100 ton per hari. Namun, untuk tahap awal nantinya di lokasi ini belum bisa dioptimalkan seluruhnya. "100 ton itu kan kapasitas optimal (ITF Bawuran), secara bertahap (dioperasikan) modul 1, 2, 3 dan seterusnya. Sementara ini kami siapkan 2-3 modul dulu yang dapat mengolah 40-50 ton sampah per harinya dari Kota Yogyakarta," kata Halim.
Mengingat kapasitas belum bisa optimal, sampah yang dikirim dari Kota Yogyakarta, akan diproses di beberapa Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang tersebar di Bantul, seperti di Dingkikan, Argodadi, Sedayu. Disebut Halim, di Bantul terdapat pula 29 TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, and Recycle) di tingkat desa/kelurahan yang membantu mengolah sampah, serta di setiap padukuhan ada Rumah Pilah Sampah yang didukung oleh anggaran Pemkab Bantul melalui program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Padukuhan (PPBMP).