Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemkot Jogja-Pemkab Bantul Kerja Sama Tangani Masalah Sampah
Tumpukan sampah di dekat Gembiraloka, Rejowinangun, Kotagede, Jumat (10/5/2024). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
  • Pemerintah Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Pemkab Bantul untuk mengatasi masalah sampah di Kota Yogyakarta yang memiliki keterbatasan lahan.
  • Kerja sama ini diharapkan dapat mendongkrak ekonomi masyarakat, mengubah pola pikir tentang sampah, dan memanfaatkan sampah sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan.
  • Intermediate Treatment Facility (ITF) Padukuhan Sentulrejo akan menjadi tempat pengolahan sampah yang dilakukan kerja sama antara Pemkot Yogyakarta dan Pemkab Bantul.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul untuk menyelesaikan persoalan sampah. Sinergi ini menjadi solusi juga bagi Kota Yogyakarta yang memiliki keterbatasan lahan untuk mengelola sampah.

"Di Kota (Yogyakarta), karena tidak ada lahan, maka (sampah) diproses di Bantul," ujar Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (17/5/2024).

1. Sinergi untuk kelola sampah dan tingkatkan ekonomi

Kerja sama Pemkot Yogyakarta dan Pemkab Bantul kelola sampah. (Dok. Istimewa)

Selain membantu mengatasi permasalahan di Kota Yogyakarta, bagi Kabupaten Bantul sendiri menurut Sri Sultan juga bisa mengoptimalkan peralatan atau mesin pengolahan sampah yang ada. Selain itu Sri Sultan mengharapkan dengan kerja sama ini bisa mendongkrak ekonomi masyarakat.

Sri Sultan mendorong agar masyarakat mengubah pola pikir tentang sampah. Sampah bukan lagi masalah, dengan pengelolaan yang baik, bisa menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Harapannya, sampah yang selama ini dianggap barang buangan, menjadi suatu yang bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang menghasilkan sampah," ujar Sultan.

2. Optimalkan Intermediate Treatment Facility di Bantul untuk kelola sampah

Kerja sama Pemkot Yogyakarta dan Pemkab Bantul kelola sampah. (Dok. Istimewa)

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan kerja sama ini akan dimulai bulan Juni 2024. Dukungan Pemkab Bantul ini akan dilakukan di Intermediate Treatment Facility (ITF) Padukuhan Sentulrejo, Kalurahan Bawuran, Kapanewon Pleret. Tempat tersebut memiliki fasilitas pengolahan sampah berteknologi modern dan telah lolos uji emisi.

"Insyaallah dengan (kerja sama) ini Pemkan Bantul tidak hanya mengolah sampah dari Bantul, karena kami diamanahi Ngarsa Dalem untuk mengelola sampah dari luar Bantul juga yakni dari Kota (Yogyakarta)," ujar Halim.

Pembangunan infrastruktur ITF Bawuran diperkirakan akan selesai pada akhir Mei 2024. Sehingga, pada awal Juni 2024 direncanakan sudah dapat dioperasionalkan. Lebih lanjut, Halim menjelaskan sampah dari Kota Yogyakarta itu akan dilakukan pemilahan, kemudian dikarbonasi untuk sampah yang bersifat residual. 

"Dengan demikian sampah akan selesai, tuntas di tempat itu dan Insyaallah akan kita tingkatkan skala dan kapasitasnya," jelas Halim.

Diketahui kapasitas ITF Bawuran bisa mencapai 100 ton per hari. Namun, untuk tahap awal nantinya di lokasi ini belum bisa dioptimalkan seluruhnya. "100 ton itu kan kapasitas optimal (ITF Bawuran), secara bertahap (dioperasikan) modul 1, 2, 3 dan seterusnya. Sementara ini kami siapkan 2-3 modul dulu yang dapat mengolah 40-50 ton sampah per harinya dari Kota Yogyakarta," kata Halim.

Mengingat kapasitas belum bisa optimal, sampah yang dikirim dari Kota Yogyakarta, akan diproses di beberapa Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang tersebar di Bantul, seperti di Dingkikan, Argodadi, Sedayu. Disebut Halim, di Bantul terdapat pula 29 TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, and Recycle) di tingkat desa/kelurahan yang membantu mengolah sampah, serta di setiap padukuhan ada Rumah Pilah Sampah yang didukung oleh anggaran Pemkab Bantul melalui program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Padukuhan (PPBMP).

3. Langkah Pemkot Jogja selain kerja sama

Kerja sama Pemkot Yogyakarta dan Pemkab Bantul kelola sampah. (Dok. Istimewa)

Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo mengatakan kerja sama ini sebagai bentuk komitmen Pemkot Yogyakarta dan Pemkab Bantul untuk menangani atau mengolah sampah di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. "Ada sekitar 60 ton yang akan kita kerjasamakan dengan Pemkab Bantul," ucap Singgih.

Dikatakannya Pemkot Yogyakarta sendiri juga tengah membangun sejumlah TPST untuk menangani sampah yang ada. "Yang sudah beroperasi ada dua lokasi, di Nitikan dan Kranon dengan kapasitas mencapai 100 ton per hari. Sehingga dengan adanya 1 TPST lagi beroperasi, 20 - 25 ton maka ada 125 ton yang sudah kita tangani," kata Singgih. 

Editorial Team

Related Article