Pemkab Gunungkidul Klaim Harga dan Stok Sembako Aman Jelang Lebaran

- Ketersediaan bahan pokok di Gunungkidul aman menjelang Lebaran
- Harga bawang merah, bawang putih, dan cabai stabil bahkan cenderung turun
- Operasi Pasar dilaksanakan dengan harga minyak dan gula murah untuk masyarakat kurang mampu
Gunungkidul, IDN Times - Kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Gunungkidul aman menjelang Lebaran. Ketersediaan bahan pokok didasarkan pantauan yang dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY di Pasar Argosari, Kapanewon Wonosari dan Distributor Telur Sido Rahayu, Kapanewon Semanu.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan kegiatan pemantauan itu dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan stok pangan yang cukup, terjangkau, dan aman.
Berdasarkan pemantauan tersebut, kata Endah, ketersediaan pasokan bahan pokok di dua tempat ini terpantau cukup aman dan terkendali.
"Untuk Pedagang daging dan ayam tadi saya tanyakan Pak Lurah kenapa kosong, ternyata mereka keluar dan berdagang di tempatnya masing-masing kemudian penjual juga dapat memberikan servis yang lebih, ini menjadi tantangan kita bagaimana penjual juga berdagang di pasar tradisional sedangkan berjualan di rumah juga jalan, dan harganya sampai saat ini masih terjangkau," katanya, Rabu (12/3/2025).
Endah menambahkan untuk harga seperti bawang merah dan bawang putih stabil bahkan cabai malah cenderung turun.
"Untuk harga relatif normal, artinya belum ada kenaikan yang ekstrim, bahkan dibeberapa produk mengalami penurunan seperti cabai yang dari Rp 80ribu per kilogram menjadi Rp50 ribu per kilogram," ucapnya.
1. Operasi pasar jual minyak dan gula murah

Dalam kesempatan tersebut, TPID DIY bersama dengan Dinas Perdagangan Gunungkidul juga melaksanakan Operasi Pasar dengan memberikan harga minyak dan gula yang murah,
"Untuk Operasi Pasar ini ada 30 pedagang yang akan melayani masyarakat dalam memberikan minyak dan gula dengan harga yang sangat murah, artinya satu kemasan ini ada harga selisih lebih murah sekitar Rp2 ribu dan gula Rp1.500,” jelasnya.
2. Pemkab minta operasi pasar bisa tepat sasaran

Menurut Endah, agar distribusi operasi pasar ini dapat tepat sasaran, sinergi dari berbagai pihak diperlukan.
"Supaya ini diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu dapat terealisasi, kalau sampai tidak ada pengawasan dari berbagai pihak nanti akan dimanfaatkan orang tertentu. Harapan kita satu pedagang hanya dapat melayani pembelian dengan maksimal dua kemasan supaya semua yang membutuhkan mendapatkan porsi yang sama," jelasnya.
3. Takaran merek minyak goreng sudah pas

Sementara itu, disinggung isu takaran salah satu merek minyak goreng yang tidak sesuai, Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul Kelik Yuniantoro memastikan takarannya sekarang sudah pas,
"Untuk takaran sudah ditera, ukurannya sudah presisi dan merk Minyakkita ini juga paling banyak diminati masyarakat," ujarnya.
















