Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bupati Gunungkidul Tolak Pengadaan Mobil Dinas Baru

Bupati Gunungkidul Tolak Pengadaan Mobil Dinas Baru
Bupati Gunungkidul terpilih, Endah Subekti Kuntariningsih.(Dok Diskominfo Gunungkidul)
Intinya Sih
  • Bupati Gunungkidul menolak pengadaan mobil dinas baru untuk efisiensi anggaran.
  • Anggaran Rp1,5 miliar akan dialihkan untuk memperbaiki jalan rusak dan alun-alun Wonosari.
  • Pengadaan seragam baru untuk 8.385 ASN ditunda dan anggarannya dialihkan ke hal-hal yang lebih penting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bantul, IDN Times - Mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat untuk melakukan efisiensi anggaran, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menolak pengadaan mobil dinas (Mobdin) baru untuk Bupati dan Wakil Bupati dengan total senilai Rp1,5 miliar. Selain itu politisi PDI Perjuangan itu juga akan menunda pengadaan seragam ASN untuk kegiatan lain yang bermanfaat bagi masyarakat.

1. Mobil dinas yang lama masih layak digunakan

Serah terima jabatan Bupati Gunungkidul dari Sunaryanta kepada Endah Subekti.(Dok.Diskominfo Gunungkidul)
Serah terima jabatan Bupati Gunungkidul dari Sunaryanta kepada Endah Subekti.(Dok.Diskominfo Gunungkidul)

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti mengatakan mobil dinas untuk bupati dan wakil bupati yang lama masih layak untuk digunakan.

"Pengadaan mobil dinas bupati dan wakil bupati senilai Rp1,5 miliar akan digunakan untuk memperbaiki jalan rusak dan alun-alun Wonosari," katanya, Senin (10/3/2025).

Menurut Endah, yang terpenting saat ini adalah menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) Gunungkidul. Di sisi lain, untuk menyelesaikan PR tersebut membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

"Jadi akan kami alihkan untuk yang lebih penting dari pada itu. Yang pertama alun-alun atau untuk membantu mengintervensi jalan Kabupaten dari sekarang anggaran yang harus mulai diefisiensi," ujarnya.

2. Pengadaan baju seragam baru ASN ditunda

Ilustrasi aparatur sipil negara (ASN) (dok. KemenPANRB)
Ilustrasi aparatur sipil negara (ASN) (dok. KemenPANRB)

Selain itu Endah juga mengatakan akan menunda pengadaan seragam baru untuk aparatur sipil negara (ASN). Sebagai gantinya, anggaran miliaran rupiah untuk pengadaan tersebut dialihkan ke hal-hal yang lebih penting.

"Hal-hal yang belum penting itu kita lakukan (efisiensi), dan yang masih bisa ditunda itu kita tunda. Seragam ASN saat ini masih sangat layak pakai," katanya.

3. Pagu anggaran untuk pengadaan seragam baru ASN

Ilustrasi ASN di Indonesia. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi ASN di Indonesia. (IDN Times/Aditya Pratama)

Kepala Bidang Status Kinerja dan Kesejahteraan Pegawai BKPPD Kabupaten Gunungkidul, Sunawan mengungkapkan bahwa pengadaan seragam baru menyasar sekitar delapan ribu orang ASN. Sedangkan untuk pagunya mencapai ratusan ribu rupiah per orang.

"Anggaran seragam baru dialokasikan untuk 8.385 ASN di lingkup Pemkab Kabupaten Gunungkidul dengan pagu Rp 347 ribu per orang," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono mengungkapkan, bahwa anggaran pengadaan mobdin baru mencapai miliaran rupiah. Adapun anggaran mobdin itu sudah mencakup untuk Bupati dan Wakil Bupati.

"Untuk pengadaan dua mobil dinas baru (Bupati dan Wakil Bupati) pagunya Rp 1,5 miliar," katanya.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Hironymus Daruwaskita
EditorHironymus Daruwaskita

Latest News Jogja

See More