Pakar UGM: Potensi Polarisasi Ekstrem di Pemilu 2024 Hampir Nihil
.jpg)
Sleman, IDN Times - Fenomena polarisasi diprediksi tetap akan muncul pada Pemilu 2024 mendatang. Akan tetapi, diyakini skalanya tidak akan sedahsyat dua gelaran sebelumnya. Dosen Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik UGM, Riza Noer Arfani, menyebut potensi konflik horizontal maupun vertikal pada pemilu besok ini pun relatif kecil.
1. Yang ekstrem hampir tidak ada

Riza berpendapat, sekalipun suasana politik mulai memanas, pemilu tahun ini terasa berbeda. Dia melihat tak ada faktor pendukung yang membuat polarisasi bahkan muncul di level akar rumput, khususnya di pemilu legislatif.
"Kemungkinan polarisasi yang ekstrem hampir tidak ada. Apalagi pada pemilu legislatif, relatif tidak menghasilkan konflik di level grassroot," kata Riza dalam acara Pojok Bulaksumur di UGM, Sleman, Jumat (27/10/2023).
2. Peningkatan literasi teknologi dan media digital

Menurut Riza, potensi konflik yang lebih kecil juga mencakup ranah media digital. Berbeda dengan dua gelaran pemilu sebelumnya, sekarang ini euforia masyarakat terhadap digitalisasi sudah cukup stabil.
Sejalan dengan kian meningkatnya literasi terhadap teknologi dan media digital, menurut Riza, masyarakat sudah lebih bisa memilah informasi yang mereka peroleh melalui dunia maya.
"Orang sudah tidak benar-benar percaya dan mengandalkan media, sehingga potensinya lebih kecil," kata Riza berpendapat.
3. Masih adem ayem jelang pemilu

Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan UGM, Abdul Gaffar Karim, berpendapat serupa. Baginya, atmosfer pemilu tahun ini jauh lebih tenang.
Pada pemilu tahun 2014 dan 2019, kata dia, pertarungan dukungan dan polarisasi telah mulai memanas jauh hari sebelum pemilu berlangsung. Hal ini, menurutnya, tidak tampak pada gelaran pesta demokrasi kali ini.
"Sekarang tidak seperti itu, jadi mungkin akan lebih tenang dibandingkan tahun 2014," ungkapnya pada kesempatan yang sama.
Tiga pasangan bakal capres-cawapres telah resmi mendaftar ke KPU RI untuk berkontestasi pada Pilpres 2024. Mereka adalah Anies Baswedan-Muhaimmin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka.
Ketiganya telah dinyatakan lolos tes kesehatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, disimpulkan mampu menjalankan tugas sebagai presiden dan wakil presiden serta bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Sekarang ini, KPU masih memverifikasi berkas pendaftaran yang sebelumnya diserahkan ketiga pasangan bakal capres-cawapres itu. Penetapan pasangan calon diumumkan pada 13 November 2023. Pengundian nomor urut digelar 14 November 2023.
Sementara daftar partai yang lolos pemilu 2024 telah diumumkan oleh KPU. Saat ini, KPU menetapkan 18 partai politik nasional serta 6 partai politik lokal Aceh untuk menjadi peserta Pemilu 2024 mendatang.



















