Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ormas Desak Konser Andrea Bocelli di Borobudur Dibatalkan
Puluhan orang dari berbagai ormas melakukan audiensi dengan perwakilan PT TWC di Prambanan, Sleman, DIY, Jumat (16/10/2026) siang. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
  • Gabungan ormas Jateng-DIY mendatangi kantor PT TWC Prambanan, mendesak pembatalan konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta karena menilai rekam jejaknya terkait dukungan terhadap Israel.
  • Massa menagih jawaban atas tuntutan yang telah disampaikan di Magelang, setelah tenggat 2x24 jam berakhir tanpa kepastian dari pengelola lokasi konser.
  • PT TWC meminta waktu hingga sepekan untuk keputusan sambil berkoordinasi dengan pemerintah dan aparat; Polda Jateng menyatakan rekomendasi izin tidak dicabut dan kewenangannya berada di Mabes Polri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sleman, IDN Times - Puluhan orang dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) mendatangi Kantor PT Taman Wisata Candi (TWC) di Prambanan, Sleman, DIY, Jumat (16/10/2026) siang.

Kedatangan mereka adalah untuk menyuarakan desakan pembatalan acara konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli yang dijadwalkan digelar di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 31 Oktober 2026 dan Jakarta 3 November 2026.

1. Diduga terafiliasi Zionis

Setibanya di lokasi, massa tiba untuk menyuarakan aspirasi. Beberapa dari mereka lalu mengikuti audiensi bersama perwakilan PT TWC yang didampingi unsur kepolisian dan TNI setempat.

Ketua DPW FPI Kabupaten Magelang, Sunandar Seno Saputro mengatakan, aksi ini diikuti massa yang dari gabungan ormas Jateng-DIY.

"Intinya dari apa yang kita sampaikan itu adalah menolak secara tegas keberadaan Andrea Bocelli untuk konser di Borobudur dan Jakarta," kata Seno selepas audiensi.

Alasan utama massa adalah mempertimbangkan rekam jejak Andrea Bocelli yang disebut pernah terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk militer Israel pada 2010, selain juga menggelar konser di Tel Aviv pada 2022.

Seno bilang, pihaknya meminta agar PT TWC atau pemerintah tidak memberikan panggung kepada sosok yang dianggap mendukung tindakan Israel terhadap rakyat Palestina.

MUI menilai, rencana konser tersebut perlu dipertimbangkan berdasarkan sikap Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina dan menentang penjajahan. Lembaga itu juga meminta pemerintah tidak memberikan panggung kepada figur yang dinilai mendukung tindakan Israel terhadap rakyat Palestina.

"Kita meyakini bahwa apa yang dilakukan Andrea Bocelli ini muatan di belakangnya itu begitu begitu besar. Karena ini bukan lagi konser nasional tapi konser internasional yang mana itu menghadirkan tokoh-tokoh dan ada apa? Ada hal apa nanti di belakang itu yang kita kita masih khawatirkan," kata Seno.

"Tapi yang jelas dengan kita pangkas kehadiran Andrea Bocelli di Jakarta dan di Borobudur itu artinya asumsi-asumsi negatif kita itu sudah hilang," sambungnya.

Tagih janji sejak aksi di Magelang

Puluhan orang dari berbagai ormas melakukan audiensi dengan perwakilan PT TWC di Prambanan, Sleman, DIY, Jumat (16/10/2026) siang. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Seno menuturkan, ini bukan aksi pertama yang dilakukan pihaknya untuk menolak konser Andrea Bocelli. Pada Selasa (13/10/2026) lalu, mereka menyuarakan hal serupa di kantor Unit Taman Wisata Borobudur (TWB), Magelang.

Sejatinya, kedatangan mereka kali ini ke Sleman adalah untuk menagih jawaban atas tuntutan penolakan konser Andrea Bocelli tiga hari lalu.

Pada Selasa kemarin, pihaknya memberikan tenggat waktu 2 x 24 jam kepada TWC untuk memberikan jawaban atas tuntutan mereka. Seno dkk meminta kepastian, meski dari pihak Polresta Magelang telah mencabut rekomendasi izin penyelenggaraan acara.

"Tapi lepas dari dua kali 24 jam ternyata belum ada jawaban sama sekali sehingga kami berinisiatif untuk datang ke kantor pusat TWJ di Prambanan ini untuk menanyakan atau beraudiensi terkait dengan hal itu," ujarnya.

Dalam momen audiensi, VP Operation PT TWC, Ratno Timur sempat menghubungi jajaran petinggi BUMN guna menyampaikan aspirasi massa. Hasil komunikasi kemudian disampaikan saat audiensi.

Minta waktu sepekan

Ratno mengatakan, PT TWC dan InJourney Destination Management selaku pengelola Candi Borobudur telah menerima aspirasi dari massa sejak aksi pertama 13 Oktober 2026 kemarin.

Kata Ratno, proses yang berjenjang membutuhkan waktu, sehingga pihaknya meminta waktu hingga sepekan ke depan untuk hasil keputusan atau nasib konser Andrea Bocelli.

"Dalam perencanaan penyelenggaraan konser Bocelli PT TWC ini berperan sebagai mitra penyedia lokasi. Jadi keputusan mengenai apakah ini berlanjut, apakah ini boleh, apakah tidak boleh ini kita mengikuti arah pusat karena event-nya bukan dari TWC, kan dari pemerintah," ujar Ratno selepas audiensi.

"Kemudian yang selanjutnya ketiga, saat ini PT TWC terus berkoordinasi dengan pemerintah penyelenggara konser, aparat keamanan dan para pemangku kepentingan terkait dengan acara tersebut," lanjutnya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mendesak pemerintah agar membatalkan konser Andrea Bocelli di Borobudur pada 31 Oktober dan JIExpo Jakarta pada 3 November 2026.

MUI menyoroti keterlibatan Bocelli dalam penggalangan dana untuk IDF pada 2010 serta konsernya di Tel Aviv pada 2022, yang dinilai terkait dukungan terhadap Israel.

Sementara itu Kapolda Jateng, Irjen Roy Hardi Siahaan menyatakan, tak ada pencabutan rekomendasi izin konser Andrea Bocelli. Dia bilang, penerbitan izin penyelenggaraan konser sang musisi di kawasan Candi Borobudur adalah wewenang Mabes Polri.

Curated For You

Editorial Team

Related Article