Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

JAFF21 Buka Ruang Sinema Asia di Tengah Ketidakpastian Sosial

Kota Yogyakarta
5 min read
JAFF21 Buka Ruang Sinema Asia di Tengah Ketidakpastian Sosial
JAFF 2026 digelar 28 November-5 Desember 2026 di Yogyakarta (instagram.com/jaffjogja)
  • JAFF21 digelar di Yogyakarta pada 28 November-5 Desember 2026 bertema “Influx”, menghadirkan pemutaran film Asia, workshop, dan masterclass sebagai ruang dialog di tengah ketidakpastian sosial.
  • Festival ini menayangkan 254 film dari 34 negara, dengan kompetisi film panjang, film pendek, NETPAC, serta Indonesian Screen Awards yang melibatkan 10 film Indonesia.
  • JAFF21 memperkenalkan JAFF Awards untuk pelaku sinema Asia, sekaligus menyajikan program Asian Perspectives, Cinematic Concert, Rewind, JAFF Kids, dan JAFF Education.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yogyakarta, IDN Times - Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-21 siap digelar di Yogyakarta pada 28 November-5 Desember 2026. Mengusung tema “Influx”, festival yang berlangsung selama delapan hari ini menghadirkan beragam film Asia, mulai dari karya debut, film peraih penghargaan internasional, hingga film ikonik yang kembali diputar di layar lebar. Selain pemutaran film, JAFF21 juga menggelar workshop dan masterclass sebagai ruang diskusi dan pertemuan bagi para pelaku serta penikmat sinema.

Rangkaian JAFF21 akan dibuka dengan pemutaran perdana di Indonesia film drama Filipina berjudul Silenced Nights karya Lawrence Fajardo. Sementara itu, film drama komedi Jepang You Are the Film garapan Makoto Ueda dipilih sebagai film penutup. Film tersebut sebelumnya meraih White Raven Award dalam Brussels International Fantastic Film Festival 2026.

Presiden Festival JAFF, Budi Irawanto, menjelaskan bahwa tema “Influx” diangkat untuk menggambarkan arus perubahan yang memengaruhi kehidupan dan cara manusia saling memahami.

"Di tengah situasi sosial yang penuh ketidakpastian dan kerawanan, sinema memberi kesempatan untuk mendengar pengalaman yang berbeda dan melihat persoalan dari sudut pandang yang lain. JAFF21 ingin menjaga ruang pertemuan itu tetap terbuka, agar pembuat film dan penonton dapat berbagi pandangan tentang dunia yang sedang kita diami dan jalani bersama,” kata Budi dalam keterangan yang diterima IDN Times.

  1. Tayangkan 254 film dari 34 negara

    Poster film Silenced Nights yang akan jadi pembuka JAFF 2026 (dok. Quantum Films/Silenced Nights)
    Poster film Silenced Nights yang akan jadi pembuka JAFF 2026 (dok. Quantum Films/Silenced Nights)

    JAFF21 akan menayangkan 254 film dari 34 negara melalui program kompetisi dan non-kompetisi. Deretan film tersebut menampilkan beragam cerita dan pendekatan artistik dalam perkembangan sinema Asia selama setahun terakhir. Sebanyak 10 film panjang yang masuk Main Competition akan bersaing memperebutkan Golden dan Silver Hanoman Awards.

    Dua film debut sutradara perempuan turut masuk dalam kompetisi utama, yakni A Girl Unknown dari China garapan Zou Jing dan Ah Girl karya Priscilla Ang Geck Geck dari Singapura. A Girl Unknown sebelumnya meraih FIPRESCI Prize dalam program Critics’ Week Cannes Film Festival 2026. Sementara itu, Ah Girl memenangkan Youth Jury Award di International Film Festival Rotterdam 2026. Pemeran utama film tersebut juga memperoleh Firebird Award untuk Aktris Terbaik di Hong Kong International Film Festival 2026.

    Film Indonesia juga mendapat ruang apresiasi melalui kategori Indonesian Screen Awards. Sebanyak 10 film akan berkompetisi dalam 10 kategori penghargaan, mulai dari Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Penulis Naskah Terbaik, hingga Desainer Poster Terbaik. Beberapa film yang masuk dalam daftar kompetisi ini adalah Kampia Siriah karya Ferdinand Almi, Desember Jani garapan Ariani Darmawan, Harga Teman karya Andrew Kose, dan Ibuku garapan Eddie Cahyono yang meraih Busan Award Special Jury Prize di Busan International Film Festival ke-31. Selain itu, Secrets karya Ravi Bharwani juga akan ditayangkan untuk pertama kalinya di dunia atau world premiere dalam JAFF21.

    JAFF21 turut menghadirkan kompetisi film pendek melalui program Light of Asia yang diikuti 21 film untuk memperebutkan Blencong Awards. Adapun kategori NETPAC Awards berfokus pada film panjang pertama dan kedua karya para sutradara. Program ini menjadi wadah untuk memperkenalkan sineas yang turut mengembangkan sinema Asia.

  2. Hadirkan JAFF Awards

    JAFF Awards dihadirkan sebagai penghargaan bagi ekosistem di dunia perfilman (instagram.com/jaffawards)
    JAFF Awards dihadirkan sebagai penghargaan bagi ekosistem di dunia perfilman (instagram.com/jaffawards)

    JAFF21 juga menghadirkan program penghargaan baru bertajuk JAFF Awards. Penghargaan ini diberikan kepada individu, komunitas, dan institusi yang berperan dalam perkembangan serta keberlanjutan sinema Asia. Apresiasi tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari produksi karya, pendanaan, pengarsipan film, pengembangan ruang pemutaran, hingga pertukaran pengetahuan.

    Direktur Festival JAFF, Ifa Isfansyah, mengatakan JAFF Awards berangkat dari semangat komunitas yang telah menjadi bagian dari perjalanan festival selama dua dekade.

    “JAFF lahir dari semangat komunitas, dan selama dua dekade kami menyaksikan bagaimana sebuah pertemuan dapat membuka jalan bagi perjalanan sebuah film atau pembuat film. JAFF Awards berangkat dari keyakinan yang sama bahwa sinema Asia tumbuh melalui kerja banyak orang yang saling terhubung. Kami ingin merayakan kontribusi itu, sekaligus menjaga agar pengetahuan dan semangatnya dapat diteruskan oleh generasi berikutnya,” ungkap Ifa.

  3. Beragam program di JAFF21

    Potret Alexander Matius dan Ifa Isfansyah usai press conference JAFF 2026 di Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
    Potret Alexander Matius (kiri) dan Ifa Isfansyah (kanan) usai press conference JAFF 2026 di Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

    Di luar program kompetisi, JAFF21 menghadirkan sejumlah kategori pemutaran untuk memperkenalkan keberagaman sinema Asia Pasifik. Program Asian Perspectives menayangkan 26 film panjang dan 28 film pendek, sedangkan Indonesian Film Showcase menampilkan lima film panjang Indonesia. Adapun Panorama menyajikan 12 film panjang dan lima film pendek karya sejumlah sutradara ternama Asia.

    Program Cinematic Concert kembali menggabungkan pertunjukan musik dengan pemutaran film. Pada edisi kali ini, Grrrl Gang akan tampil secara langsung dengan membawakan sejumlah lagu yang diiringi cuplikan dari lima film pendek yang juga masuk dalam program JAFF21. Kelima film tersebut adalah Surface Tension (Gabriela Serrano & Mariana Serrano, 2025), In the Name of Me (Teresa Katarina, 2025), Amelia, Amelia (Daphne, 2025), Berkelana dalam Ruang dan Mimpi (Nashrudin, 2026), serta Sometimes Nina So Confusing (Nessa Aristi Winardi, 2026).

    Sementara itu, program Rewind menghadirkan kembali 15 film yang pernah membekas bagi penonton. Tiga di antaranya merupakan karya Hayao Miyazaki dari Studio Ghibli, yakni Howl’s Moving Castle (2004), Spirited Away (2001), dan My Neighbor Totoro (1988). Dua film romansa remaja Indonesia yang populer pada era 2000-an, Eiffel…I’m in Love (Nasri Cheppy, 2003) dan Heart (Hanny R Saputra, 2006), juga kembali diputar untuk dinikmati penonton lintas generasi.

    Direktur Program JAFF, Alexander Matius, menjelaskan bahwa program tahun ini dirancang untuk mempertemukan penonton dengan beragam perkembangan sinema Asia, termasuk karya-karya yang sudah dikenal. JAFF juga menghadirkan program khusus untuk memperluas akses terhadap pengetahuan dan pengalaman menonton film.

    “Sinema Asia terus bergerak melalui suara-suara baru, keberanian mencoba bentuk, dan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakatnya. Program tahun ini kami susun untuk mempertemukan keberagaman itu dengan penonton, termasuk membuka percakapan baru melalui film-film yang sudah kita kenal. JAFF Kids memberi ruang bagi anak-anak untuk mulai mengenal sinema, sementara JAFF Education, yang sebelumnya bernama Special Program, memperluas kesempatan untuk belajar dan bertukar pengetahuan. Bagi kami, penonton perlu terus tumbuh bersama filmnya,” ujar Alexander.

Related Articles

See More